30. Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari arah sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, “Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*609). Di tempat dan saat itulah Nabi Musa -'alaihissalām- mulai diangkat menjadi rasul.
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.— الترجمة الإندونيسية - المجمع
1121. Di tempat dan di saat itulah, Musa ‘Alaihissalām mulai diangkat menjadi rasul.
30. Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!609)— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*609) Di tempat dan saat itulah Nabi Musa -'alaihissalām- mulai diangkat menjadi rasul.
30. Maka tatkala Musa mendatangi api yang dilihatnya, Rabbnya -Subḥānahu wa Ta'ālā- memanggilnya dari lembah sebelah kanan Musa di tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu, “Wahai Musa! Inilah Aku, Allah, Rabb seluruh makhluk.— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationفَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِيَ مِن شَٰطِيِٕ ٱلۡوَادِ ٱلۡأَيۡمَنِ فِي ٱلۡبُقۡعَةِ ٱلۡمُبَٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّيٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَMaka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, di sebidang tanah yang diberkahi, “Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!