54. Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),*(602) padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?”— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*602). Maksud fāḥisyah di sini ialah penyimpangan seks, termasuk homoseks.
Dan (ingatlah kisah) Lūṭ ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah 1102 itu, sedang kamu memperlihatkan(nya)?"— الترجمة الإندونيسية - المجمع
1102. Lihat catatan kaki nomor 275.
54. Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),602) padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*602) Maksud fāḥisyah di sini ialah penyimpangan seks, termasuk homoseks.
54. Dan ingatlah -wahai Rasul- kisah Lūṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya mengingkari dan mencela mereka, "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji -yaitu homoseksual- ditempat-tempat berkumpul kalian secara terang-terangan yang mana sebagian kalian bisa melihat perbuatan keji sebagian lainnya?!— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationوَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَDan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?”