5. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya "Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?" Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.*(841) Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*841). Karena mereka berpaling dari kebenaran, maka Allah membiarkan sesat hati mereka sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran.
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka1474; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.— الترجمة الإندونيسية - المجمع
1474. Maksudnya karena mereka berpaling dari kebenaran, maka Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menyesatkan hati mereka sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran.
5. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?" Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.841) Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*841) Karena mereka berpaling dari kebenaran, maka Allah membiarkan sesat hati mereka sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran.
5. Dan ingatlah -wahai Rasul- ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, kenapa kalian menyakitiku dengan mengingkari perintahku, sedangkan kalian mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepada kalian?” Ketika mereka condong dan melenceng dari kebenaran yang dibawa Musa kepada mereka, Allah jadikan hati mereka melenceng dari kebenaran dan istikamah. Sungguh Allah tidak memberi taufik kepada suatu kaum yang keluar dari ketaatan kepada Allah.— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationوَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُونَنِي وَقَد تَّعۡلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡۖ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.