42. Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya,*(399) ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
399). Nama anak Nabi Nuh -'alaihissalām- yang kafir itu Kan'an, sedang putra-putranya yang beriman ialah Sam, Ham, dan Jafis.
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nūḥ memanggil anaknya 719, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil, "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir".— الترجمة الإندونيسية - المجمع
719. Nama anak Nabi Nūḥ ‘Alaihissalām yang kafir itu "Qan`ān ", sedang putra-putranya yang beriman ialah Sam, Ham, dan Jafits.
42. Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya,399) ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, "Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir."— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*399) Nama anak Nabi Nuh -'alaihissalām- yang kafir itu Kan'an, sedang putera-puteranya yang beriman ialah Sam, Ham, & Yafis.
42. Kapal itu berlayar dengan membawa para penumpangnya yang terdiri dari manusia dan lainnya di tengah ombak yang sangat besar laksana gunung. Dan Nuh -'alaihissalām- dengan kelembutannya sebagai ayah berkata kepada putranya yang kafir dan terpisah dari ayahnya dan kaumnya di suatu tempat, "Wahai anakku! Naiklah bersama kami di dalam kapal, agar kamu tidak tenggelam. Janganlah kamu bersama orang-orang kafir, karena kamu akan tenggelam seperti mereka.— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationوَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَDan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”