61. Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita ber-mubāhalah*(121) agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*121). Mubāhalah ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat berdo'a kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran ber-mubāhalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Siapa yang membantahmu tentang kisah ʻIsa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah197 kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.— الترجمة الإندونيسية - المجمع
197. "Mubahalah" ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat berdoa kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan sunguh-sungguh, agar Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najrān bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam.
61. Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah 121) agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (di antara kita)."— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
121) Mubahalah ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang bersilang pendapat berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
61. Bila ada yang membantahmu -wahai Rasul- dari kalangan orang-orang Nasrani tentang Isa yang menganggap bahwa dia bukan hamba Allah setelah engkau mendapatkan pengetahuan yang benar tentang dia, maka katakanlah kepada mereka, “Mari kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri (laki-laki) kami dan diri (laki-laki) kamu, dan kita berkumpul di satu tempat, kemudian kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah agar Dia menurunkan laknat-Nya kepada siapa yang berbohong di antara kami dan kamu.”— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationفَمَنۡ حَآجَّكَ فِيهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ فَقُلۡ تَعَالَوۡاْ نَدۡعُ أَبۡنَآءَنَا وَأَبۡنَآءَكُمۡ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمۡ وَأَنفُسَنَا وَأَنفُسَكُمۡ ثُمَّ نَبۡتَهِلۡ فَنَجۡعَل لَّعۡنَتَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰذِبِينَSiapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita ber-mubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”