94. Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah*(132) setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*132). Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Israil.
Maka barang siapa mengada-adakan dusta terhadap Allah213 sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.— الترجمة الإندونيسية - المجمع
213. Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Isrā`īl.
94. Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah132) setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
132) Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Israil.
94. Barangsiapa membuat kebohongan atas nama Allah setelah adanya hujjah yang nyata, bahwa apa yang diharamkan oleh Ya'qūb (Israil) itu semata-mata dia haramkan atas dirinya sendiri, tanpa ada pengharaman dari Allah, maka mereka itulah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri. Karena mereka telah meninggalkan kebenaran setelah adanya hujjah yang nyata bagi kebenaran tersebut.— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationفَمَنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَMaka barangsiapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zhalim.