104. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rā`inā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā",*(43) dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
*43). Rā`inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah Ru`ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar Rā`inā dengan Unẓurnā yang sama artinya dengan Rā`inā.
— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), "Rā`inā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.80
80. "Rā`inā" berarti, "sudilah kiranya kamu memperhatikan kami". Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam, orang Yahudi pun memakai pula kata ini dengan digumamkan seakan­akan menyebut "Rā`inā", padahal yang mereka katakan ialah "Ru`ūnah", yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan "Rā`inā" dengan "Unẓurnā" yang juga sama artinya dengan "Rā`inā".
— الترجمة الإندونيسية - المجمع
104. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, Rā'inā,43) tetapi katakanlah, "Unẓurnā," dan "dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
*43) Rā'inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah Ru'ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar Rā'inā dengan Unẓurnā yang sama artinya dengan Rā'inā.
— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
104. Allah -Ta'ālā- mengajarkan kepada orang-orang mukmin agar memilih kata-kata yang baik dalam berbicara. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengucapkan kata-kata (Rā'inā) yang berarti “Perhatikanlah keadaan kami”. Karena orang-orang Yahudi mempelesetkan kata-kata itu dan menggunakannya untuk berbicara kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tetapi dengan maksud yang buruk, yaitu "ru'ūnah (bodoh)," maka Allah melarang penggunaan kata-kata itu demi menutup pintu tersebut. Dan Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar menggunakan kata-kata lain sebagai gantinya, yaitu kata-kata “Unẓurnā” yang berarti “Tunggulah, agar kami bisa mengerti apa yang engkau ucapkan”. Kata-kata ini memiliki makna yang sama dengan kata-kata sebelumnya tetapi tidak mengandung sesuatu yang terlarang. Dan orang-orang yang ingkar kepada Allah itu akan mendapatkan azab yang sangat menyakitkan.
— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقُولُواْ رَٰعِنَا وَقُولُواْ ٱنظُرۡنَا وَٱسۡمَعُواْۗ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٞ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, Ra’ina, tetapi katakanlah, “Unzurna,” dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.

— Indonesian - Indonesian translation