34. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,*(610) maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.”— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*610). Nabi Musa -'alaihissalām- selain merasa takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dimohonkannya agar Allah mengutus Nabi Harun -'alaihissalām- bersamanya, yang lebih lancar bicaranya.
Dan saudaraku Hārūn dia lebih fasih lidahnya daripadaku 1124, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku".— الترجمة الإندونيسية - المجمع
1124. Nabi Musa ‘Alaihissalām selain merasa takut kepada Firʻawn juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Firʻawn. Oleh karena itu, dimohonkannya agar Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengutus Hārūn ‘Alaihissalām bersamanya yang lebih petah lidahnya.
34. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,610) maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku."— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*610) Nabi Musa -'alaihissalām- selain merasa takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dimohonkannya agar Allah mengutus Nabi Harun -'alaihissalām- bersamanya, yang lebih lancar bicaranya.
34. Dan saudaraku, Harun, dia lebih jelas dari diriku dalam berbicara, maka utuslah dia bersamaku untuk membantuku apabila Fir'aun dan kaumnya mendustakanku. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku sebagaimana kebiasaan umat-umat terdahulu terhadap para Rasul mereka.”— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationوَأَخِي هَٰرُونُ هُوَ أَفۡصَحُ مِنِّي لِسَانٗا فَأَرۡسِلۡهُ مَعِيَ رِدۡءٗا يُصَدِّقُنِيٓۖ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِDan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.”