110. Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur.*(379) Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*379). Sampai mereka mati. Ada pula yang menafsirkan, apabila mereka tidak dapat bertaubat lagi.
Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur 661. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.— الترجمة الإندونيسية - المجمع
661. Maksudnya, apabila perasaan mereka telah lenyap. Ada pula yang menafsirkan, apabila mereka tidak dapat tobat lagi.
110. Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur.379) Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*379) Sampai mereka mati ada yang yang menafsirkan, apabila mereka tidak dapat bertobat lagi.
110. Masjid yang mereka bangun dengan niat jahat itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dan kemunafikan yang menancap kuat di dalam hati mereka hingga hati mereka tercabik-cabik oleh kematian atau tewas di ujung pedang. Dan Allah Maha Mengetahui amal perbuatan hamba-hamba-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam memutuskan balasan yang setimpal atas kebaikan atau keburukan.— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translationلَا يَزَالُ بُنۡيَٰنُهُمُ ٱلَّذِي بَنَوۡاْ رِيبَةٗ فِي قُلُوبِهِمۡ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمۡۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌBangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.