61. Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Sālih. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada bagimu tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu sebagai pemakmurnya,*(402) karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”— الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
*402). Manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
Dan kepada Ṡamūd (Kami utus) saudara mereka Ṣālīḥ. Ṣālīḥ berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya 726 karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".— الترجمة الإندونيسية - المجمع
726. Maksudnya, manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
61. dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya,402) karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)"— الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
*402) Manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
61. Dan kepada kaum Ṡamūd Kami mengutus saudara mereka, Ṣāleḥ. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah saja! Kalian tidak punya sesembahan lain yang berhak disembah selain Allah. Dia lah yang telah menciptakan kalian dari tanah melalui penciptaan bapak kalian, Adam dari tanah liat yang diambil dari bumi. Dan Dia telah menjadikan kalian sebagai penghuni bumi. Maka mohonlah ampunan kepada-Nya, dan kembalilah kepada-Nya dengan menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Sesungguhnya Tuhanku dekat dengan orang yang memurnikan ibadahnya kepada-Nya. Dan Dia senantiasa mengabulkan doanya."— الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
— Indonesian - Indonesian translation۞وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞdan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”