24. kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”
____________________
*492). Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang roh, kisah Aṣḥābul Kahfi (penghuni gua) dan kizah Zulkarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu. Dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). Tapi rupanya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.
____________________
*492). Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang roh, kisah Aṣḥābul Kahfi (penghuni gua) dan kizah Zulkarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu. Dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). Tapi rupanya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.
الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
kecuali (dengan menyebut), "Insyaallah 879". Dan ingatlah kepada Tuhan-mu jika kamu lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan, Tuhan-ku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari ini".
____________________
879. Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam tentang roh, kisah ashhaabul Kahfi (penghuni gua), dan kisah Żulqarnayn. Lalu, beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan "Insyaallah" (artinya jika Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menghendaki). Namun kiranya sampai besok harinya, wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23--24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut "Insyaallah" haruslah segera menyebutkannya kemudian.
____________________
879. Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam tentang roh, kisah ashhaabul Kahfi (penghuni gua), dan kisah Żulqarnayn. Lalu, beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan "Insyaallah" (artinya jika Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menghendaki). Namun kiranya sampai besok harinya, wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23--24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut "Insyaallah" haruslah segera menyebutkannya kemudian.
الترجمة الإندونيسية - المجمع
24. kecuali (dengan mengatakan), "Insyā Allah."492) Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."
____________________
*492) Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang roh, kisah Ashabul Kahfi (penghuni gua) dan kisah Zulkarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu. Dan beliau tidak mengucapkan Insyā Allāh (artinya jika Allah menghendaki). Tapi rupanya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insyā Allāh haruslah segera menyebutkannya kemudian.
____________________
*492) Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang roh, kisah Ashabul Kahfi (penghuni gua) dan kisah Zulkarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan kepadamu. Dan beliau tidak mengucapkan Insyā Allāh (artinya jika Allah menghendaki). Tapi rupanya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insyā Allāh haruslah segera menyebutkannya kemudian.
الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
24. Kecuali jika dalam ucapanmu tersebut engkau menyerahkan pelaksanaannya pada kehendak Allah dengan mengatakan, "Saya akan mengerjakannya besok insyā Allah (bila Allah menghendaki)." Dan ingatlah kepada Tuhanmu dengan kata "insyā Allah" bila engkau lupa mengatakannya, dan juga katakanlah, "Aku harap semoga Tuhanku memberiku petunjuk berupa hidayah dan taufik kepada yang lebih dekat dengan perkara (kebenaran) ini."
الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ وَٱذۡكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَهۡدِيَنِ رَبِّي لِأَقۡرَبَ مِنۡ هَٰذَا رَشَدٗا
kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”
Indonesian - Indonesian translation