Terjemahan Surah Surah Al-Qiyaamah (Hari Kebangkitan / Kiamat) dalam الإندونيسية dari الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الناشر
مركز تفسير للدراسات القرآنية
Verse 1
ﮊﮋﮌﮍ
ﮎ
1. Allah bersumpah dengan hari Kiamat, hari di mana manusia berdiri menghadap Rabb alam semesta.
Verse 2
ﮏﮐﮑﮒ
ﮓ
2. Dan Allah bersumpah dengan nafsu baik yang mencela dirinya karena kurang sempurna melakukan amal saleh dan melakukan perbuatan buruk, Allah bersumpah dengan dua hal ini bahwa Allah akan membangkitkan manusia semua untuk perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya.
Verse 3
ﮔﮕﮖﮗﮘ
ﮙ
3. Apakah manusia mengira bahwa Kami sekali-kali tidak akan mengumpulkan tulang-belulangnya setelah kematiannya untuk dibangkitkan?
Verse 4
ﮚﮛﮜﮝﮞﮟ
ﮠ
4. Bukan demikian, Kami sungguh kuasa untuk mengembalikan ujung jari-jemarinya persis berbentuk seperti sediakala.
Verse 5
ﮡﮢﮣﮤﮥ
ﮦ
5. Justru dengan keingkarannya terhadap kebangkitan, manusia ingin melakukan kejahatannya terus-menerus tanpa berhenti.
Verse 6
ﮧﮨﮩﮪ
ﮫ
6. Dia bertanya dengan maksud menunjukkan mustahilnya kejadian hari kiamat, “Kapan kiamat terjadi?”
Verse 7
ﮬﮭﮮ
ﮯ
7. Jika mata telah bingung dan terbelalak tatkala melihat apa yang pernah mereka dustakan.
Verse 8
ﮰﮱ
ﯓ
8. Dan cahaya bulan telah menghilang.
Verse 9
ﯔﯕﯖ
ﯗ
9. Dan matahari beserta bulan dikumpulkan.
Verse 10
ﯘﯙﯚﯛﯜ
ﯝ
10. Manusia yang jahat pada hari itu berkata, “Di mana tempat pelarian?”
Verse 11
ﯞﯟﯠ
ﯡ
11. Tidak ada tempat pelarian pada hari itu dan tidak ada tempat perlindungan yang bisa digunakan oleh orang jahat untuk berlindung.
Verse 12
ﯢﯣﯤﯥ
ﯦ
12. Hanya kepada Rabbmu -wahai Rasul- pada hari itu tempat kembali untuk perhitungan amal perbuatan dan pembalasan.
Verse 13
ﯧﯨﯩﯪﯫﯬ
ﯭ
13. Pada hari itu manusia diberitahu perbuatan yang telah dilakukannya dan perbuatan yang dia lalaikan.
Verse 14
ﯮﯯﯰﯱﯲ
ﯳ
14. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, di mana anggota tubuhnya bersaksi terhadapnya atas dosa yang telah diperbuatnya.
Verse 15
ﯴﯵﯶ
ﯷ
15. Meski dia mengemukakan alasan-alasannya untuk membantah kesaksian dirinya sendiri bahwa dia tidak melakukan perbuatan buruk, tapi hal itu tidak bermanfaat baginya.
Verse 16
ﯸﯹﯺﯻﯼﯽ
ﯾ
16. Janganlah engkau gerakkan -wahai Rasul- lisanmu dengan tergesa-gesa ketika membaca Al-Qur`ān karena khawatir akan luput darimu.
Verse 17
ﯿﰀﰁﰂ
ﰃ
17. Sesungguhnya Kami-lah yang bertanggung jawab untuk mengumpulkannya di dadamu dan menetapkan bacaannya pada lisanmu.
Verse 18
ﰄﰅﰆﰇ
ﰈ
18. Jika Jibril telah menyelesaikan bacaannya, maka diamlah untuk mendengar bacaannya dan perhatikanlah.
Verse 19
ﰉﰊﰋﰌ
ﰍ
19. Kemudian Kami-lah yang bertanggung jawab untuk menerangkannya kepadamu.
Verse 20
ﭑﭒﭓﭔ
ﭕ
20. Sekali-kali tidak demikian, perkaranya tidak sebagaimana yang kalian duga dalam hal mustahilnya terjadi kebangkitan. Kalian tahu bahwa Żat Yang Mahakuasa untuk menciptakan kalian dari semula tidak akan kesulitan untuk menghidupkan kalian setelah kematian kalian, akan tetapi sebab pendustaan kalian terhadap kebangkitan adalah kecintaan kalian terhadap kehidupan dunia yang cepat berlalu.
Verse 21
ﭖﭗ
ﭘ
21. Dan kalian meninggalkan kehidupan Akhirat yang jalan mencapainya adalah dengan menjalankan segala ketaatan yang diperintahkan Allah dan meninggalkan segala perbuatan haram yang dilarang-Nya.
Verse 22
ﭙﭚﭛ
ﭜ
22. Wajah-wajah orang yang beriman dan yang berbahagia pada hari itu terang bercahaya.
Verse 23
ﭝﭞﭟ
ﭠ
23. Melihat kepada Rabb mereka, menikmati pemandangan itu.
Verse 24
ﭡﭢﭣ
ﭤ
24. Dan wajah-wajah orang kafir dan yang sengsara pada hari itu tampak masam.
Verse 25
ﭥﭦﭧﭨﭩ
ﭪ
25. Meyakini bahwa wajah-wajah itu akan tertimpa siksa yang besar dan azab yang pedih.
Verse 26
ﭫﭬﭭﭮ
ﭯ
26. Perkaranya tidak sebagaimana yang diduga oleh orang-orang musyrik bahwa apabila mereka meninggal mereka tidak akan disiksa. Jika nyawa salah seorang dari mereka telah mencapai puncak dadanya,
Verse 27
ﭰﭱﭲﭳ
ﭴ
27. Maka sebagian manusia berkata kepada sebagian yang lain, “Siapakah yang bisa meruqyah orang ini agar dia sembuh?”
Verse 28
ﭵﭶﭷ
ﭸ
28. Dan orang yang mengalami sakaratul maut meyakini bahwa itu adalah perpisahan dunia dengan kematian.
Verse 29
ﭹﭺﭻ
ﭼ
29. Segala kedahsyatan terkumpul pada masa akhir dunia dan awal permulaan Akhirat.
Verse 30
ﭽﭾﭿﮀ
ﮁ
30. Jika hal itu telah terjadi, orang yang meninggal dihalau menuju Rabbnya.
Verse 31
ﮂﮃﮄﮅ
ﮆ
31. Orang kafir tidak mau membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulnya dan tidak mau salat untuk Allah -Subḥānahu-.
Verse 32
ﮇﮈﮉ
ﮊ
32. Akan tetapi ia mendustakan apa yang dibawa oleh Rasulnya dan berpaling darinya.
Verse 33
ﮋﮌﮍﮎﮏ
ﮐ
33. Kemudian orang kafir ini pergi ke keluarganya berjalan dengan sombong.
Verse 34
ﮑﮒﮓ
ﮔ
34. Maka Allah mengancam orang kafir dengan azab yang dekat dan sebentar lagi.
Verse 35
ﮕﮖﮗﮘ
ﮙ
35. Kemudian Allah mengulangi kalimat-Nya sebagai penegasan dengan firman-Nya: "Kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu."
Verse 36
ﮚﮛﮜﮝﮞ
ﮟ
36. Apakah manusia mengira Allah meninggalkannya sia-sia tanpa membebaninya dengan aturan syariat?
Verse 37
ﮠﮡﮢﮣﮤﮥ
ﮦ
37. Bukankah manusia itu sebelumnya berupa setetes air mani yang ditumpahkan ke dalam rahim.
Verse 38
ﮧﮨﮩﮪﮫ
ﮬ
38. Kemudian setelah itu berupa segumpal darah padat, kemudian Allah menciptakannya dan menyempurnakannya.
Verse 39
ﮭﮮﮯﮰﮱ
ﯓ
39. Kemudian menciptakan dari jenisnya dua macam; laki-laki dan perempuan.
Verse 40
40. Bukankah Żat yang menciptakan manusia dari air mani lalu menjadi segumpal darah, berkuasa pula untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah meninggal untuk perhitungan amal perbuatan dan pemberian ganjaran? Tentu saja, Dia kuasa untuk itu.
تقدم القراءة