Terjemahan Surah Surah As-Saaffat (Yang Teratur Berbaris) dalam الإندونيسية dari الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الناشر
مركز تفسير للدراسات القرآنية
Verse 1
ﭑﭒ
ﭓ
1. Allah bersumpah dengan para malaikat yang berbaris rapi dalam beribadah kepada-Nya.
Verse 2
ﭔﭕ
ﭖ
2. Allah bersumpah dengan para malaikat yang menggiring awan dan membawanya ke arah yang Allah kehendaki untuk turun hujan di sana.
Verse 3
ﭗﭘ
ﭙ
3. Allah bersumpah dengan para malaikat yang membaca firman-Nya.
Verse 4
ﭚﭛﭜ
ﭝ
4. Sesungguhnya sesembahan kalian -wahai manusia- yang sebenarnya adalah Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, yakni Allah.
Verse 5
5. Rabb langit, Rabb bumi, Rabb apa yang ada di antara langit dan bumi, Rabb matahari di tempat terbit dan terbenamnya sepanjang tahun.
Verse 6
ﭦﭧﭨﭩﭪﭫ
ﭬ
6. Sesungguhnya Kami menghiasi langit terdekat ke bumi dengan suatu perhiasan yang indah, yaitu bintang-bintang yang tampak di penglihatan seperti mutiara yang berkilau.
Verse 7
ﭭﭮﭯﭰﭱ
ﭲ
7. Dan Kami menjaga langit terdekat dengan bintang-bintang dari setiap setan pembangkang yang menyimpang dari ketaatan, setan-setan itu dilempar dengannya.
Verse 8
8. Para setan itu tidak sanggup mendengar perbincangan para malaikat di langit manakala mereka membicarakan wahyu Rabb mereka di antara mereka, baik wahyu syariat mapun wahyu takdir. Para setan itu dilempari dengan bola-bola api dari segala penjuru.
Verse 9
ﭽﭾﭿﮀﮁ
ﮂ
9. Mereka diusir dan dihalau agar tidak mendengar pembicaraan para malaikat, dan bagi mereka di Akhirat azab yang menyakitkan serta abadi tidak terputus.
Verse 10
10. Kecuali sebagian dari setan yang mendengar selentingan, yaitu kalimat yang beredar di antara para malaikat dan menjadi perbincangan mereka, yang ilmu tentangnya belum sampai ke penduduk bumi. Lalu satu bola api akan memburunya hingga kemudian membakarnya. Dan mungkin saja dia telah menyampaikan kalimat tersebut kepada saudara-saudaranya sebelum bola api mengenainya lalu mereka menyampaikannya kepada dukun-dukun, kemudian para dukun itu membumbuinya dengan seratus kebohongan tambahan.
Verse 11
11. Tanyakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang kafir yang mengingkari kebangkitan, apakah mereka itu lebih kuat penciptaan, lebih kuat jasad dan lebih kokoh anggota tubuhnya dibandingkan orang-orang yang Kami ciptakan di langit dan di bumi dan Malaikat-Malaikat? Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari lumpur kental, bagaimana mereka bisa mengingkari kebangkitan, sementara mereka diciptakan dari makhluk yang lemah, yaitu lumpur kental?
Verse 12
ﮙﮚﮛ
ﮜ
12. Sungguh kamu -wahai Rasul- kagum kepada kodrat Allah dan pengaturan-Nya terhadap urusan-urusan makhluk-Nya. Kamu juga heran dengan pendustaan kaum musyrikin terhadap Kebangkitan. Begitu kuatnya pendustaan kaum musyrikin tentang Kebangkitan, maka mereka selalu melecehkan apa yang kamu katakan tentangnya.
Verse 13
ﮝﮞﮟﮠ
ﮡ
13. Jika orang-orang musyrikin itu dinasihati dengan suatu nasihat, mereka tidak mengambil manfaat darinya, karena hati mereka sudah menjadi keras.
Verse 14
ﮢﮣﮤﮥ
ﮦ
14. Jika mereka menyaksikan satu mukjizat dari mukjizat-mukjizat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menunjukkan kebenaran beliau, mereka sangat merendahkan dan memperolok-oloknya.
Verse 15
ﮧﮨﮩﮪﮫﮬ
ﮭ
15. Mereka berkata, “Apa yang dibawa oleh Muhammad ini hanyalah sihir yang nyata.
Verse 16
16. Apakah bila kami sudah mati dan menjadi tanah dan tinggal tulang belulang yang hancur luluh, apakah kita akan dibangkitkan sesudahnya dalam keadaan hidup? Ini benar-benar tidak mungkin.
Verse 17
ﯗﯘ
ﯙ
17. Apakah nenek moyang kami yang telah mati sebelum kami juga dibangkitkan?”
Verse 18
ﯚﯛﯜﯝ
ﯞ
18. Katakanlah -wahai Rasul- untuk menjawab mereka, “Benar, kalian dibangkitkan sesudah jasad kalian menjadi tanah dan tinggal tulang-tulang yang lapuk, demikian juga nenek moyang kalian terdahulu, kalian semuanya akan dibangkitkan dalam keadaan hina dina.”
Verse 19
19. Hanya dengan sekali tiupan sangkakala (tiupan kedua), mereka semuanya melihat kengerian hari Kiamat, menantikan apa yang akan Allah lakukan terhadap mereka.
Verse 20
ﯧﯨﯩﯪﯫ
ﯬ
20. Orang-orang musyrikin yang mendustakan kebangkitan berkata, “Betapa celaka kita! Ini adalah hari pembalasan saat Allah membalas hamba-hamba-Nya atas amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia.”
Verse 21
21. Maka dikatakan kepada mereka, “Ini adalah hari keputusan di antara hamba-hamba yang dulu kalian ingkari dan dustakan di dunia.”
Verse 22
22. dan 23. Kepada para Malaikat dikatakan pada hari itu, “Kumpulkanlah orang-orang musyrikin dengan kesyirikan mereka dan orang-orang yang semisal dengan mereka, yang mendukung mereka dalam mendustakan Kebangkitan, termasuk apa yang mereka sembah selain Allah berupa berhala-berhala. Tunjukkanlah kepada mereka jalan menuju Neraka dan giringlah mereka ke sana, karena Neraka adalah tempat kembali mereka.
Verse 23
22. dan 23. Kepada para Malaikat dikatakan pada hari itu, “Kumpulkanlah orang-orang musyrikin dengan kesyirikan mereka dan orang-orang yang semisal dengan mereka, yang mendukung mereka dalam mendustakan Kebangkitan, termasuk apa yang mereka sembah selain Allah berupa berhala-berhala. Tunjukkanlah kepada mereka jalan menuju Neraka dan giringlah mereka ke sana, karena Neraka adalah tempat kembali mereka.
Verse 24
ﰆﰇﰈﰉ
ﰊ
24. Tahanlah mereka untuk menghadapi hisab sebelum masuk Neraka, karena mereka akan ditanya, kemudian giringlah mereka ke Neraka.”
Verse 25
ﭑﭒﭓﭔ
ﭕ
25. Dikatakan kepada mereka sebagai celaan terhadap mereka, “Mengapa sebagian dari kalian tidak menolong sebagian yang lain sebagaimana di dunia kalian saling menolong ,dan kalian juga menyatakan bahwa berhala-berhala kalian akan menolong kalian?”
Verse 26
ﭖﭗﭘﭙ
ﭚ
26. Sebaliknya pada hari itu mereka tunduk kepada perintah Allah dalam kehinaan. Sebagian mereka tidak menolong sebagian yang lain karena mereka memang tidak mampu dan tidak punya jalan untuk itu.
Verse 27
ﭛﭜﭝﭞﭟ
ﭠ
27. Sebagian dari mereka menghadap sebagian lainnya untuk saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab pada saat semua itu tidak lagi berguna sama sekali bagi mereka.
Verse 28
ﭡﭢﭣﭤﭥﭦ
ﭧ
28. Para pengikut berkata kepada panutan mereka, “Sesungguhnya kalian -wahai para tokoh kami- mendekati kami melalui agama dan kebenaran, lalu kalian menghiasi kekufuran, perbuatan syirik kepada Allah dan perbuatan maksiat. Kalian membuat kami menjauh dari kebenaran yang dibawa oleh para rasul dari sisi Allah.”
Verse 29
ﭨﭩﭪﭫﭬ
ﭭ
29. Para panutan berkata kepada pengikutnya, “Perkaranya tidak sebagaimana yang kalian tuduhkan, tetapi kalian berada di atas kekufuran, kalian tidak beriman, bahkan kalian adalah orang-orang yang mengingkari.
Verse 30
30. Kami (para panutan) tidak memiliki kekuasaan dan wewenang atas kalian sehingga kami bisa menjerumuskan kalian ke dalam kekufuran, kesyirikan dan kemaksiatan, sebaliknya kalian sendiri adalah orang-orang yang melampaui batas dalam urusan kekufuran dan kesesatan.”
Verse 31
31. Maka ancaman Allah berlaku untuk kami dan untuk kalian dalam firman-Nya, “Aku pasti akan memenuhi Jahanam denganmu dan orang-orang yang mengikutimu seluruhnya.” (Ṣād: 85). Kemudian kami pasti merasakan -tanpa diragukan lagi- apa yang telah Rabb kami ancamkan.
Verse 32
ﮂﮃﮄﮅ
ﮆ
32. Kami mengajak kalian kepada kekufuruan dan kesesatan, dan kami sendiri adalah orang-orang yang tersesat dari jalan kebenaran.
Verse 33
ﮇﮈﮉﮊﮋ
ﮌ
33. Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti dan orang-orang yang diikuti sama-sama berserikat dalam azab pada hari Kiamat.
Verse 34
ﮍﮎﮏﮐ
ﮑ
34. Sebagaimana Kami menimpakan azab kepada mereka, Kami juga menimpakannya kepada para penjahat selain mereka.
Verse 35
35. Orang-orang musyrikin itu, manakala dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh", diajak untuk mengamalkan konsekuensinya dan meninggalkan apa yang menyelisihinya, mereka menolak untuk menjawab ajakan tersebut dan menolak tunduk kepadanya karena menyombongkan diri dari kebenaran dan merasa tinggi hati.
Verse 36
ﮝﮞﮟﮠﮡﮢ
ﮣ
36. Mereka berkata menyodorkan hujah kekufuran mereka, “Apakah kami harus meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah karena ucapan seorang penyair gila?” Maksud mereka adalah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Verse 37
ﮤﮥﮦﮧﮨ
ﮩ
37. Sungguh mereka telah melakukan kebohongan besar. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bukan orang gila dan bukan seorang penyair, akan tetapi beliau datang membawa Al-Qur`ān yang mengajak kepada pengesaan Allah dan mengikuti Rasul-Nya. Beliau membenarkan para rasul terlaot apa yang mereka bawa dari sisi Allah yaitu Tauhid dan penetapan kebangkitan, beliau tidak menyelisihi mereka sedikit pun.
Verse 38
ﮪﮫﮬﮭ
ﮮ
38. Sesungguhnya kalian -wahai orang-orang musyrikin- pasti akan merasakan azab yang pedih pada hari Kiamat karena kekufuran kalian dan pendustaan kalian terhadap para rasul.
Verse 39
ﮯﮰﮱﯓﯔﯕ
ﯖ
39. Kalian wahai -orang-orang musyrikin- tidak dibalas kecuali atas apa yang kalian perbuat di dunia berupa kekufuran kepada dan berbagai kelakuan maksiat.
Verse 40
ﯗﯘﯙﯚ
ﯛ
40. Akan tetapi hamba-hamba Allah yang beriman yang Allah pilih untuk beribadah kepada-Nya dan mereka mengikhlaskan ibadah kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang selamat dari azab.
Verse 41
ﯜﯝﯞﯟ
ﯠ
41. Hamba-hamba Allah yang ikhlas itu, bagi mereka rezeki dari Allah untuk mereka, rezeki yang diketahui baik, nikmat dan langgeng.
Verse 42
ﯡﯢﯣ
ﯤ
42. Di antara rezeki tersebut adalah buah-buahan terlezat yang mereka makan dan inginkan, lebih dari itu mereka dimuliakan dengan derajat-derajat yang tinggi dan dengan melihat ke wajah Allah yang mulia.
Verse 43
ﯥﯦﯧ
ﯨ
43. Mereka mendapatkan semua itu di surga-surga kenikmatan yang kekal abadi tidak pernah terhenti dan terputus.
Verse 44
ﯩﯪﯫ
ﯬ
44. Mereka duduk nyaman di atas ranjang-ranjang yang saling hadapan, sebagian melihat sebagian lainnya, mereka berbahagia karena berjumpa dengan saudaranya.
Verse 45
ﯭﯮﯯﯰﯱ
ﯲ
45. Gelas-gelas khamar diedarkan di antara mereka, khamar yang bening seperti air yang mengalir.
Verse 46
ﯳﯴﯵ
ﯶ
46. Berwarna putih, siapa yang meminumnya merasakan kenikmatan yang sempurna.
Verse 47
47. Tidak seperti khamar dunia, ia tidak melenyapkan akal karena mabuk, tidak membuat peminumnya pusing, peminumnya selamat jasad dan akalnya.
Verse 48
ﯿﰀﰁﰂ
ﰃ
48. Di Surga mereka mendapatkan istri-istri yang suci, pandangan mata mereka tidak menoleh kecuali kepada suami-suami mereka, mata mereka bening indah.
Verse 49
ﰄﰅﰆ
ﰇ
49. Kulit mereka putih kekuning-kuningan seperti telur burung, terjaga tidak terjamah oleh tangan siapapun.
Verse 50
ﰈﰉﰊﰋﰌ
ﰍ
50. Sebagian penghuni Surga menghadap kepada sebagian lainnya, mereka saling bertanya tentang masa lalu mereka di dunia.
Verse 51
51. Seseorang dari orang-orang Mukmin berkata, "Dulu aku punya seorang teman yang mengingkari kebangkitan."
Verse 52
ﭑﭒﭓﭔ
ﭕ
52. Temanku itu berkata kepadaku dengan penuh pengingkaran dan penghinaan, “Apakah kamu -wahai temanku- termasuk orang-orang yang membenarkan kebangkitan sesudah kematian?
Verse 53
53. Apakah kalau kita sudah mati dan menjadi tanah dan tinggal tulang belulang yang lapuk, apakah kita akan dibangkitkan dan dibalas atas amal-amal kita di dunia?”
Verse 54
ﭞﭟﭠﭡ
ﭢ
54. Temannya yang beriman itu berkata kepada rekan-rekannya di Surga, “Mari kita lihat nasib temanku itu yang dulu mengingkari kebangkitan.”
Verse 55
ﭣﭤﭥﭦﭧ
ﭨ
55. Maka dia melongok, dia melihatnya berada di tengah api neraka Jahanam.
Verse 56
ﭩﭪﭫﭬﭭ
ﭮ
56. Dia berkata, “Demi Allah, kamu wahai rekanku, kamu hampir mencelakakanku dengan masuk Neraka gara-gara kamu mengajakku kepada kekufuran dan pengingkaran terhadap Kebangkitan.
Verse 57
ﭯﭰﭱﭲﭳﭴ
ﭵ
57. Seandainya Allah tidak memberiku nikmat berupa hidayah, iman dan taufik, niscaya aku termasuk orang-orang yang digiring menuju azab sepertimu.”
Verse 58
ﭶﭷﭸ
ﭹ
58. “Kita para penghuni Surga tidak akan mati.
Verse 59
ﭺﭻﭼﭽﭾﭿ
ﮀ
59. Selain kematian pertama di dunia, karena kita akan kekal selamanya di surga, kita tidak diazab sebagaimana orang-orang kafir.
Verse 60
ﮁﮂﮃﮄﮅ
ﮆ
60. Sesungguhnya balasan yang diberikan oleh Rabb kita, yaitu masuk Surga, kekal di dalamnya dan keselamatan dari api neraka, ini benar-benar kemenangan yang besar yang tidak ada tandingannya.”
Verse 61
ﮇﮈﮉﮊ
ﮋ
61. Untuk mendapatkan balasan yang agung inilah hendaknya orang-orang yang beramal melakukan amalannya. Sungguh ini adalah bisnis yang menguntungkan.
Verse 62
ﮌﮍﮎﮏﮐﮑ
ﮒ
62. Apakah nikmat tersebut, yang Allah siapkan bagi para hamba yang dipilih Allah untuk menaati-Nya, lebih baik dan lebih utama kedudukan dan kemuliaannya ataukah pohon zaqqūm yang terkutuk di dalam Al-Qur`ān yang merupakan makanan orang-orang kafir yang tidak menggemukkan ataupun mengenyangkan dari lapar?
Verse 63
ﮓﮔﮕﮖ
ﮗ
63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon ini sebagai fitnah untuk menguji orang-orang yang zalim dengan kekufuran dan kemaksiatan, di mana mereka berkata, "Api memakan pohon, mana ada pohon hidup di dalam api."
Verse 64
ﮘﮙﮚﮛﮜﮝ
ﮞ
64. Sesungguhnya pohon zaqqūm adalah pohon yang akarnya busuk, ia adalah pohon yang tumbuh di dasar api neraka Jahim.
Verse 65
ﮟﮠﮡﮢ
ﮣ
65. Buah yang dihasilkannya sangat memuakkan pemandangan, ia seperti kepala setan. Buruknya pemandangan menunjukkan buruknya kandungan di dalamnya. Ini artinya bahwa buahnya terasa sangat busuk.
Verse 66
ﮤﮥﮦﮧﮨﮩ
ﮪ
66. Sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan memakan buahnya yang pahit dan getir, mereka akan memenuhi perut mereka yang kosong dengannya.
Verse 67
67. Sesudah mereka memakanya, mereka minum minuman yang sangat busuk dan mendidih.
Verse 68
ﯔﯕﯖﯗﯘ
ﯙ
68. Kemudian sesudah itu tempat kembali mereka adalah azab Jahim, mereka berpindah dari satu azab ke azab lainnya.
Verse 69
ﯚﯛﯜﯝ
ﯞ
69. Sesungguhnya orang-orang kafir itu mendapati nenek moyang mereka orang-orang yang tersesat dari jalan petunjuk, maka mereka mengikuti nenek moyang mereka karena taklid tanpa hujah.
Verse 70
ﯟﯠﯡﯢ
ﯣ
70. Mereka menelusuri jejak nenek moyang mereka dalam kesesatan dengan semangat.
Verse 71
ﯤﯥﯦﯧﯨ
ﯩ
71. Sungguh telah tersesat sebelum mereka kebanyakan dari orang-orang terdahulu. Kaummu -wahai Rasul- bukan orang pertama yang tersesat dari umat manusia.
Verse 72
ﯪﯫﯬﯭ
ﯮ
72. Sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat terdahulu para rasul yang memperingatkan mereka dari azab Allah, tetapi mereka kafir.
Verse 73
ﯯﯰﯱﯲﯳ
ﯴ
73. Lihatlah -wahai Rasul- bagaimana akhir dari kaum yang telah diperingatkan oleh rasul-rasul mereka namun mereka tetap tidak merespon peringatan tersebut, sesungguhnya akhir hidup mereka adalah api Neraka yang mereka kekal di dalamnya karena kekufuran dan pendustaan mereka kepada para rasul.
Verse 74
ﯵﯶﯷﯸ
ﯹ
74. Kecuali orang-orang yang Allah pilih untuk beriman kepada-Nya, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selamat dari azab yang merupakan akhir dari hidup orang-orang kafir yang mendustakan.
Verse 75
ﯺﯻﯼﯽﯾ
ﯿ
75. Nabi Kami Nuh -'alaihissalām- berdoa kepada Kami manakala dia berdoa atas kaumnya yang mendustakannya, maka sebaik-baik yang menjawab doanya adalah Kami, Kami bergegas menjawab doanya atas mereka.
Verse 76
ﰀﰁﰂﰃﰄ
ﰅ
76. Sungguh Kami telah menyelamatkannya, menyelamatkan keluarganya dan orang-orang yang beriman bersamanya dari gangguan kaumnya dan dari banjir serta badai besar yang dikirim kepada orang-orang kafir dari kaumnya.
Verse 77
ﭑﭒﭓﭔ
ﭕ
77. Kami menyelamatkan keluarganya dan para pengikutnya yang beriman saja. Selain mereka dari kaumnya yang kafir, Kami tenggelamkan.
Verse 78
ﭖﭗﭘﭙ
ﭚ
78. Dan Kami meninggalkan baginya satu sanjungan yang baik pada umat-umat berikutnya, mereka menyanjungnya dengan itu.
Verse 79
ﭛﭜﭝﭞﭟ
ﭠ
79. Keamanan dan keselamatan untuk Nuh -'alaihissalām- sehingga tidak ada kata-kata buruk yang ditujukan pada beliau dari umat-umat setelahnya, sebaliknya sanjungan dan nama yang baik akan terus mengalir untuk beliau.
Verse 80
ﭡﭢﭣﭤ
ﭥ
80. Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat baik dalam beribadah dan menaati Allah semata dengan balasan yang sama dengan yang Kami berikan kepada Nuh -'alaihissalām-.
Verse 81
ﭦﭧﭨﭩ
ﭪ
81. Sesungguhnya Nuh termasuk hamba-hamba Kami yang beriman lagi mengamalkan ketaatan kepada Allah.
Verse 82
ﭫﭬﭭ
ﭮ
82. Kemudian Kami menenggelamkan sisanya dengan badai topan yang Kami kirimkan kepada mereka, sehingga tidak tersisa seorang pun.
Verse 83
ﭯﭰﭱﭲﭳ
ﭴ
83. Sesungguhnya Ibrahim termasuk seagama dengan Nuh yang sejalan dengannya dalam menyerukan pengesaan Allah.
Verse 84
ﭵﭶﭷﭸﭹ
ﭺ
84. Ingatlah ketika dia datang kepada Rabbnya dengan membawa hati yang bersih dari syirik, tulus kepada Allah dalam menasihati makhluk-Nya.
Verse 85
ﭻﭼﭽﭾﭿﮀ
ﮁ
85. Ketika dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya yang musyrikin menyalahkan perbuatan mereka, “Apa yang kalian sembah selain Allah ini?
Verse 86
ﮂﮃﮄﮅﮆ
ﮇ
86. Apakah tuhan-tuhan bohong itu yang kalian sembah selain Allah?
Verse 87
ﮈﮉﮊﮋ
ﮌ
87. Wahai kaumku! Apa anggapan kalian terhadap Allah Rabb alam semesta jika kalian menghadap kepada-Nya sementara kalian menyembah selain-Nya? Menurut kalian, apa yang akan Dia lakukan terhadap kalian?”
Verse 88
ﮍﮎﮏﮐ
ﮑ
88. Ibrahim memandang ke bintang sejenak untuk memikirkan taktik melepaskan diri agar tidak berangkat bersama kaumnya.
Verse 89
ﮒﮓﮔ
ﮕ
89. Ia menyebutkan alasan ketidakkepergiannya ke hari raya kaumnya, “Sesungguhnya aku sakit.”
Verse 90
ﮖﮗﮘ
ﮙ
90. Mereka meninggalkannya di belakang mereka dan mereka pun berangkat.
Verse 91
ﮚﮛﮜﮝﮞﮟ
ﮠ
91. Maka Ibrahim mendatangi berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Dia mencibir berhala-berhala tersebut, “Mengapa kalian tidak menyantap makanan yang dibuat oleh para pemuja kalian?
Verse 92
ﮡﮢﮣﮤ
ﮥ
92. Mengapa kalian tidak berkata-kata, tidak menjawab siapa yang bertanya kepada kalian? Apakah (benda) seperti ini disembah selain Allah?”
Verse 93
ﮦﮧﮨﮩ
ﮪ
93. Maka Ibrahim maju menghantam berhala-berhala tersebut dengan tangan kanannya untuk menghancurkannya.
Verse 94
ﮫﮬﮭ
ﮮ
94. Maka para penyembahnya datang bergegas kepadanya.
Verse 95
ﮯﮰﮱﯓ
ﯔ
95. Ibrahim menghadapi mereka dengan keberanian, dia berkata kepada mereka mencela perbuatan mereka, “Apakah kalian menyembah selain Allah tuhan-tuhan yang kalian pahat sendiri dengan tangan kalian?
Verse 96
ﯕﯖﯗﯘ
ﯙ
96. Padahal Allah -Subḥānahu- yang menciptakan kalian dan menciptakan perbuatan kalian, di antaranya adalah perbuatan kalian membuat berhala-berhala ini. Dia lah yang berhak untuk disembah semata dan tidak disekutukan dengan selain-Nya.”
Verse 97
97. Ketika mereka kalah dalam menghadapi hujah Ibrahim, maka mereka pun menggunakan kekerasan. Mereka bermusyawarah di antara mereka tentang apa yang hendak mereka perbuat terhadap Ibrahim. Mereka berkata, “Dirikanlah suatu bangunan, isilah dengan kayu bakar, kemudian bakarlah, lalu campakkanlah dia ke dalamnya. “
Verse 98
ﯢﯣﯤﯥﯦ
ﯧ
98. Kaum Ibrahim bermaksud berbuat jahat terhadapnya dengan membakarnya agar mereka bisa berlepas darinya, maka Kami menggagalkan kejahatan mereka manakala Kami menjadikan api dingin dan selamat bagi Ibrahim.
Verse 99
ﯨﯩﯪﯫﯬﯭ
ﯮ
99. Ibrahim berkata, “Sesungguhnya aku berhijrah kepada Rabbku meninggalkan negeri kaumku agar aku bisa beribadah kepada-Nya, Rabbku akan menunjukkanku kepada jalan kebaikan di dunia dan di Akhirat.
Verse 100
ﯯﯰﯱﯲﯳ
ﯴ
100. Ya Rabbi! Berilah aku anak yang saleh sebagai pendukungku dan pengganti dari kaumku di negeri asing.”
Verse 101
ﯵﯶﯷ
ﯸ
101. Maka Kami menjawab doanya, Kami memberinya kabar gembira yang membahagiakannya, Kami memberinya kabar gembira dengan kelahiran seorang anak yang bakal menjadi dewasa dan menjadi penyantun. Anak itu adalah Ismail -'alaihissalām-.
Verse 102
102. Tatkala Ismail menjadi pemuda, usahanya mencapai usaha bapaknya, bapaknya Ibrahim bermimpi, dan mimpi para Nabi adalah wahyu. Ibrahim menyampaikan kandungan mimpinya kepada anaknya, “Anakku! Sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu tentangnya.” Ismail menjawab kata-kata bapaknya, “Bapakku! Lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, yaitu menyembelihku, engkau akan mendapati diriku termasuk orang-orang yang sabar, yang rela menerima hukum Allah.”
Verse 103
ﭑﭒﭓﭔ
ﭕ
103. Manakala keduanya patuh dan tunduk kepada Allah, Ibrahim membaringkan putranya di atas sisi keningnya untuk melaksanakan perintah Allah.
Verse 104
ﭖﭗﭘ
ﭙ
104. Kami memanggil Ibrahim yang hendak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, “Wahai Ibrahim!
Verse 105
105. Kamu telah merealisasikan mimpimu dengan tekad kuatmu untuk menyembelih anakmu. Sebagaimana Kami membalasmu dengan membebaskanmu dari ujian yang berat ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik dengan menyelamatkan mereka dari ujian dan cobaan.”
Verse 106
ﭣﭤﭥﭦﭧ
ﭨ
106. Sesungguhnya ini adalah ujian yang benar-benar nyata, Ibrahim lulus di dalamnya.
Verse 107
ﭩﭪﭫ
ﭬ
107. Kami mengganti Ismail dengan domba besar yang disembelih sebagai gantinya.
Verse 108
ﭭﭮﭯﭰ
ﭱ
108. Kami mencatatkan bagi Ibrahim sanjungan yang baik pada umat-umat yang datang kemudian.
Verse 109
ﭲﭳﭴ
ﭵ
109. Sebagai penghormatan dari Allah baginya, doa keselamatan dari segala musibah dan penyakit.
Verse 110
ﭶﭷﭸ
ﭹ
110. Sebagaimana Kami membalas Ibrahim dengan balasan ini, Kami membalas orang-orang yang berbuat baik.
Verse 111
ﭺﭻﭼﭽ
ﭾ
111. Sesungguhnya Ibrahim termasuk hamba-hamba Kami yang beriman yang memenuhi konsekuensi ibadah kepada Allah.
Verse 112
ﭿﮀﮁﮂﮃ
ﮄ
112. Kami memberinya kabar gembira berupa anak kedua yang menjadi seorang nabi dan hamba yang saleh, dia adalah Isḥāq, sebagai balasan atas ketaatannya kepada Allah dalam menyembelih putra semata wayangnya Ismail.
Verse 113
113. Kami menurunkan keberkahan dari Kami kepadanya dan kepada anaknya Isḥāq. Kami melimpahkan kenikmatan kepada mereka, di antaranya memperbanyak anak turunan keduanya, dan dari anak turunan keduanya ada orang yang berbuat baik dengan menaati Rabbnya, ada juga yang menzalimi dirinya dengan kekufuran dan berbuat kemaksiatan, kezaliman yang nyata.
Verse 114
ﮑﮒﮓﮔﮕ
ﮖ
114. Sungguh Kami telah memberi Musa dan saudaranya Harun kenabian.
Verse 115
ﮗﮘﮙﮚﮛ
ﮜ
115. Kami menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya, Bani Israil, dari perbudakan Fir'aun dan dari penenggelaman.
Verse 116
ﮝﮞﮟﮠ
ﮡ
116. Kami memenangkan mereka atas Fir'aun dan bala tentaranya, maka kemenangan berada di pihak mereka atas musuh mereka.
Verse 117
ﮢﮣﮤ
ﮥ
117. Dan Kami memberi Musa dan saudaranya Harun Taurat sebuah kitab dari sisi Allah, yang jelas tidak ada kesamaran padanya.
Verse 118
ﮦﮧﮨ
ﮩ
118. Kami membimbing keduanya ke jalan lurus yang tidak bengkok, yaitu jalan Islam yang menyampaikan kepada rida Al-Khāliq -Subḥānahu-
Verse 119
ﮪﮫﮬﮭ
ﮮ
119. Kami menetapkan bagi keduanya pujian yang baik dan nama yang bagus pada umat-umat yang datang kemudian.
Verse 120
ﮯﮰﮱﯓ
ﯔ
120. Sebagai penghormatan yang baik dari Allah kepada keduanya, sanjungan bagi keduanya dan doa keselamatan bagi keduanya dari segala hal yang tidak diharapkan.
Verse 121
ﯕﯖﯗﯘ
ﯙ
121. Sebagaimana Kami membalas Musa dan Harun dengan balasan yang baik ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik.
Verse 122
ﯚﯛﯜﯝ
ﯞ
122. Sesungguhnya Musa dan Harun termasuk hamba-hamba Kami yang beriman kepada Allah, yang mengamalkan apa yang disyariatkan Allah bagi mereka.
Verse 123
ﯟﯠﯡﯢ
ﯣ
123. Sesungguhnya Ilyas termasuk rasul dari Rabbnya, Allah memberinya nikmat kenabian dan kerasulan.
Verse 124
ﯤﯥﯦﯧﯨ
ﯩ
124. Ketika dia berkata kepada kaumnya yang dia diutus kepada mereka, Bani Israil, “Wahai kaumku! Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya yang di antaranya adalah Tauhid dan meninggalkan larangan-larangan-Nya yang salah satunya adalah syirik?
Verse 125
ﯪﯫﯬﯭﯮ
ﯯ
125. Apakah kalian menyembah berhala kalian Ba'l dan meninggalkan Allah Pencipta terbaik?
Verse 126
ﯰﯱﯲﯳﯴ
ﯵ
126. Allah adalah Rabb kalian yang menciptakan kalian dan nenek moyang kalian sebelum kalian. Dia lah yang berhak untuk disembah, bukan selain Allah dari berhala-berhala yang tidak mendatangkan manfaat dan mudarat.
Verse 127
ﭑﭒﭓ
ﭔ
127. Sikap kaumnya tidak lain kecuali mendustakannya, karena itu mereka diseret ke azab.
Verse 128
ﭕﭖﭗﭘ
ﭙ
128. Kecuali siapa saja dari kaumnya yang beriman dan ikhlas kepada Allah dalam beribadah kepada-Nya, dia selamat dari azab.
Verse 129
ﭚﭛﭜﭝ
ﭞ
129. Dan Kami menetapkan pujian yang baik dan nama yang bagus baginya pada umat-umat yang datang kemudian.
Verse 130
ﭟﭠﭡﭢ
ﭣ
130. Sebagai penghormatan dari Allah dan sanjungan kepada Ilyas.
Verse 131
ﭤﭥﭦﭧ
ﭨ
131. Sebagaimana Kami membalas Ilyas dengan balasan yang baik ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik dari orang-orang yang beriman.
Verse 132
ﭩﭪﭫﭬ
ﭭ
132. Sesungguhnya Ilyas termasuk hamba-hamba Kami yang beriman dengan baik, yang jujur dalam keimanan mereka kepada Rabb mereka.
Verse 133
ﭮﭯﭰﭱ
ﭲ
133. Sesungguhnya Lūṭ termasuk rasul-rasul yang Allah utus kepada kaum mereka untuk menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan.
Verse 134
ﭳﭴﭵﭶ
ﭷ
134. Ingatlah ketika Kami menyelamatkannya dan semua keluarganya dari azab yang diturunkan atas kaumnya.
Verse 135
ﭸﭹﭺﭻ
ﭼ
135. Kecuali istrinya, dia terkena azab bersama kaumnya, karena dia kafir seperti kaumnya.
Verse 136
ﭽﭾﭿ
ﮀ
136. Kemudian Kami membinasakan yang tersisa dari kaumnya yang mendustakannya dan tidak membenarkan apa yang dia bawa.
Verse 137
ﮁﮂﮃﮄ
ﮅ
137. Kalian -wahai penduduk Makkah- pasti akan melewati negeri mereka dalam perjalanan kalian ke Syam di waktu pagi.
Verse 138
ﮆﮇﮈﮉ
ﮊ
138. Dan di waktu malam juga. Apakah kalian tidak memikirkan dan mengambil pelajaran terhadap akhir hidup mereka akibat dari pendustaan dan kekufuran mereka serta praktik perbuatan keji yang lakukan, dimana tidak ada orang sebelum mereka yang melakukannya?
Verse 139
ﮋﮌﮍﮎ
ﮏ
139. Sesungguhnya hamba Kami Yunus termasuk rasul Allah yang diutus kepada kaum mereka untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan.
Verse 140
ﮐﮑﮒﮓﮔ
ﮕ
140. Ketika dia marah terhadap kaumnya dan meninggalkan mereka tanpa izin Rabbnya, dia menaiki bahtera yang sarat muatan manusia dan barang-barang.
Verse 141
ﮖﮗﮘﮙ
ﮚ
141. Bahtera hampir tenggelam karena kepenuhan, maka para penumpang mengadakan undian untuk membuang sebagian penumpangnya, karena dikhawatirkan bahtera akan karam disebabkan penumpangnya yang melebihi kapasitas, ternyata Yunus termasuk orang-orang yang keluar namanya dalam undian, sehingga merekapun membuangnya ke laut.
Verse 142
ﮛﮜﮝﮞ
ﮟ
142. Ketika mereka telah melemparkannya ke laut, ikan besar menyambutnya lalu menelannya. Dia (Yunus) melakukan sesuatu yang salah, dia pergi meninggalkan kaumnya tanpa restu Rabbnya.
Verse 143
ﮠﮡﮢﮣﮤ
ﮥ
143. Seandainya Yunus bukan termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah sebelum apa yang terjadi padanya, dan seandainya bukan karena tasbihnya di perut ikan.
Verse 144
ﮦﮧﮨﮩﮪﮫ
ﮬ
144. Niscaya dia akan tinggal di perut ikan hingga hari Kiamat, perut ikan menjadi kuburnya.
Verse 145
ﮭﮮﮯﮰﮱ
ﯓ
145. Kami melemparkan Yunus dari perut ikan ke daratan yang kosong, tidak ada pepohonan dan tidak ada bangunan, Yunus dalam keadaan lemah karena tingga beberapa waktu di dalam perut ikan.
Verse 146
ﯔﯕﯖﯗﯘ
ﯙ
146. Kami menumbuhkan di tanah yang kosong tersebut sebuah pohon labu yang memayunginya dan dia memakan dari buahnya.
Verse 147
ﯚﯛﯜﯝﯞﯟ
ﯠ
147. Dan Kami mengutusnya kepada kaumnya yang jumlah mereka adalah seratus ribu bahkan lebih.
Verse 148
ﯡﯢﯣﯤ
ﯥ
148. Mereka beriman dan membenarkannya, maka Allah memberi mereka kesempatan hidup di dunia sampai masa ajal mereka yang telah ditentukan.
Verse 149
ﯦﯧﯨﯩﯪ
ﯫ
149. Tanyakanlah -wahai Muhammad- kepada orang-orang musyrikin dengan nada pengingkaran, “Apakah kalian menjadikan anak-anak perempuan bagi Allah padahal kalian sendiri membenci mereka dan kalian menjadikan anak-anak lelaki yang kalian sukai bagi kalian? Pembagian macam apa ini?”
Verse 150
ﯬﯭﯮﯯﯰﯱ
ﯲ
150. Bagaimana mereka berani berkata bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah sementara mereka tidak menyaksikan penciptaan mereka dan tidak menghadirinya?
Verse 151
ﯳﯴﯵﯶﯷ
ﯸ
151. Ingatlah! Sesungguhnya kedustaan dan kebohongan kaum musyrikin atas nama Allah
Verse 152
ﯹﯺﯻﯼ
ﯽ
152. pasti berani menisbahkan anak kepada Allah. Dan sesungguhnya mereka benar-benar dusta terkait apa yang mereka katakan.
Verse 153
ﯾﯿﰀﰁ
ﰂ
153. Apakah Allah memilih untuk diri-Nya anak perempuan yang kalian benci daripada anak laki-laki yang kalian sukai? Mana mungkin!
Verse 154
ﭑﭒﭓﭔ
ﭕ
154. Mengapa kalian -wahai kaum musyrikin- menetapkan keputusan yang zalim ini? Kalian memberikan anak-anak perempuan kepada Allah dan mengambil anak-anak lelaki untuk diri kalian?
Verse 155
ﭖﭗ
ﭘ
155. Mengapa kalian tidak mengingat batilnya keyakinan rusak yang kalian pegang ini? Seandainya kalian mengingatnya, niscaya kalian tidak mengatakan hal yang demikian.
Verse 156
ﭙﭚﭛﭜ
ﭝ
156. Apakah kalian mempunyai hujah yang nyata atau bukti yang jelas berupa kitab atau rasul?
Verse 157
ﭞﭟﭠﭡﭢ
ﭣ
157. Hadirkanlah kitab kalian yang memberikan kalian hujah atas ketetapan kalian bila kalian adalah orang-orang yang benar tentang apa yang kalian klaimkan.
Verse 158
158. Orang-orang musyrikin menetapkan nasab antara Allah dengan malaikat ketika mereka menyatakan bahwa para malaikat adalah anak perempuan Allah. Dan para malaikat sudah mengetahui bahwa Allah akan menghadirkan orang-orang musyrik untuk dihisab.
Verse 159
ﭰﭱﭲﭳ
ﭴ
159. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari apa yang disifatkan oleh kaum musyrikin kepada-Nya, yang tidak layak dengan keagungan-Nya, berupa anak, sekutu dan lainnya.
Verse 160
ﭵﭶﭷﭸ
ﭹ
160. Kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih, sesungguhnya mereka tidak menyebut Allah kecuali dengan apa yang layak bagi-Nya, yaitu sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan.
Verse 161
ﭺﭻﭼ
ﭽ
161. Sesungguhnya kalian -wahai kaum musyrikin- dan apa yang kalian sembah selain Allah
Verse 162
ﭾﭿﮀﮁ
ﮂ
162. tidak bisa menyesatkan siapa pun dari agama yang benar.
Verse 163
ﮃﮄﮅﮆﮇ
ﮈ
163. Kecuali siapa yang telah Allah tetapkan bahwa dia termasuk penduduk Neraka. Allah pasti melaksanakan ketetapannya, sehingga orang itu pun akan menjadi kafir dan masuk Neraka. Adapun kalian dan sesembahan kalian, maka semuanya tidak memiliki kekuasaan untuk itu.
Verse 164
ﮉﮊﮋﮌﮍﮎ
ﮏ
164. Para malaikat menjelaskan ubudiyah mereka kepada Allah dan kebebasan mereka dari klaim kaum musyrikin dengan mengatakan,"Ttidak satu pun dari kami kecuali mempunyai kedudukan yang jelas dalam urusan ibadah dan ketaatan kepada Allah.
Verse 165
ﮐﮑﮒ
ﮓ
165 - 166. Sesungguhnya kami -para malaikat- berdiri berbaris dengan rapi dalam beribadah dan menaati Allah. Sesungguhnya kami menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi-Nya dalam sifat-sifat dan atribut-Nya.
Verse 166
ﮔﮕﮖ
ﮗ
165 - 166. Sesungguhnya kami -para malaikat- berdiri berbaris dengan rapi dalam beribadah dan menaati Allah. Sesungguhnya kami menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi-Nya dalam sifat-sifat dan atribut-Nya.
Verse 167
ﮘﮙﮚ
ﮛ
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
Verse 168
ﮜﮝﮞﮟﮠﮡ
ﮢ
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
Verse 169
ﮣﮤﮥﮦ
ﮧ
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
Verse 170
ﮨﮩﮪﮫﮬ
ﮭ
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
Verse 171
ﮮﮯﮰﮱﯓ
ﯔ
171 - 173. Sungguh, ketetapan Kami untuk rasul-rasul Kami telah diputuskan sebelumnya bahwa mereka pasti akan ditolong menghadapi musuh-musuh mereka dengan hujah dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka. Dan bahwa sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada tentara kami yang berjuang di jalan Allah agar kalimat Allah adalah yang tertinggi.
Verse 172
ﯕﯖﯗ
ﯘ
171 - 173. Sungguh, ketetapan Kami untuk rasul-rasul Kami telah diputuskan sebelumnya bahwa mereka pasti akan ditolong menghadapi musuh-musuh mereka dengan hujah dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka. Dan bahwa sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada tentara kami yang berjuang di jalan Allah agar kalimat Allah adalah yang tertinggi.
Verse 173
ﯙﯚﯛﯜ
ﯝ
171 - 173. Sungguh, ketetapan Kami untuk rasul-rasul Kami telah diputuskan sebelumnya bahwa mereka pasti akan ditolong menghadapi musuh-musuh mereka dengan hujah dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka. Dan bahwa sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada tentara kami yang berjuang di jalan Allah agar kalimat Allah adalah yang tertinggi.
Verse 174
ﯞﯟﯠﯡ
ﯢ
174. Berpalinglah -wahai Rasul- dari orang-orang musyrikin yang menentang hingga masa yang Allah ketahui yaitu sampai datang saat azab menimpa mereka.
Verse 175
ﯣﯤﯥ
ﯦ
175. Lihatlah kepada mereka manakala azab turun menimpa mereka, maka mereka akan membuka mata mereka pada saat hal itu tidak lagi berguna.
Verse 176
ﯧﯨ
ﯩ
176. Apakah orang-orang musyrikin itu meminta disegerakannya azab Allah?!
Verse 177
ﯪﯫﯬﯭﯮﯯ
ﯰ
177. Bila azab Allah turun menimpa mereka, maka pagi itu adalah pagi hari yang paling buruk bagi mereka.
Verse 178
ﯱﯲﯳﯴ
ﯵ
178. Berpalinglah kamu -wahai Rasul- dari mereka sehingga Allah memutuskan untuk mengazab mereka.
Verse 179
ﯶﯷﯸ
ﯹ
179. Lihatlah! Dan mereka juga akan melihat azab dan hukuman Allah yang akan menimpa mereka.
Verse 180
ﯺﯻﯼﯽﯾﯿ
ﰀ
180. Mahasuci Rabbmu wahai Rasul, Rabb Pemilik keperkasaan, Mahatinggi dari sifat-sifat kekurangan yang disandarkan kaum musyrikin kepada-Nya.
Verse 181
ﰁﰂﰃ
ﰄ
181. Penghormatan dan sanjungan Allah kepada para rasul-Nya yang mulia.
Verse 182
ﰅﰆﰇﰈ
ﰉ
182. Segala pujian adalah milik Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-. Dia lah yang berhak mendapatkannya. Dia lah Rabb alam semesta seluruhnya, tidak ada yang berhak disembah selain-Nya.
تقدم القراءة