Terjemahan Surah Surah Al-Mutaffifiin (Golongan yang Curang) dalam الإندونيسية dari الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الناشر
مركز تفسير للدراسات القرآنية
Verse 1
ﯖﯗ
ﯘ
1. Kehancuran dan kerugian bagi orang-orang yang curang.
Verse 2
ﯙﯚﯛﯜﯝﯞ
ﯟ
2. Yaitu mereka yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta haknya secara sempurna tanpa dikurangi.
Verse 3
ﯠﯡﯢﯣﯤ
ﯥ
3. Apabila menakar atau menimbang untuk orang lain maka mereka mengurangi timbangan dan takaran. Demikianlah kondisi penduduk Madinah saat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berhijrah kepada mereka.
Verse 4
ﯦﯧﯨﯩﯪ
ﯫ
4. Apakah orang-orang yang melakukan kemungkaran ini tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan kepada Allah?
Verse 5
ﭑﭒ
ﭓ
5. Untuk mendapat perhitungan dan pembalasan pada Hari yang agung karena di dalamnya terdapat berbagai kesengsaraan dan huru hara.
Verse 6
ﭔﭕﭖﭗﭘ
ﭙ
6. Suatu hari di saat manusia berdiri untuk menghadap Rabb segala makhluk untuk dihisab.
Verse 7
ﭚﭛﭜﭝﭞﭟ
ﭠ
7. Perkaranya tidak seperti yang kalian bayangkan, bahwa tidak ada kebangkitan setelah kematian. Sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka dari golongan orang-orang kafir dan munafik itu berada dalam kerugian di lapisan tanah terbawah.
Verse 8
ﭡﭢﭣﭤ
ﭥ
8. Tahukah kamu -wahai Rasul- apa sijjin itu?
Verse 9
ﭦﭧ
ﭨ
9. Sesungguhnya kitab mereka itu tertulis, tidak ada penambahan di dalamnya maupun pengurangan.
Verse 10
ﭩﭪﭫ
ﭬ
10. Kehancuran dan kerugian pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Verse 11
ﭭﭮﭯﭰ
ﭱ
11. Yaitu yang mendustakan adanya hari Pembalasan, pada hari itu Allah membalas hamba-hamba atas amal perbuatan mereka di dunia.
Verse 12
12. Dan tidaklah mendustakan kedatangan hari tersebut kecuali orang-orang yang melanggar hukum-hukum Allah, lagi banyak dosa.
Verse 13
13. Jika dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami yang diturunkan kepada Rasul Kami, ia berkata, “Ini adalah cerita-cerita umat yang terdahulu, bukan dari sisi Allah.”
Verse 14
14. Perkara ini bukan seperti yang dibayangkan oleh para pendusta itu. Justru perbuatan maksiat yang pernah mereka lakukan telah mengalahkan fungsi akal mereka itu sehingga mereka tidak bisa melihat kebenaran dengan hati mereka.
Verse 15
ﮍﮎﮏﮐﮑﮒ
ﮓ
15. Sungguh, mereka akan terhalangi untuk melihat kepada Rabb mereka pada hari Kiamat.
Verse 16
ﮔﮕﮖﮗ
ﮘ
16. Kemudian sungguh mereka akan masuk ke dalam Neraka, mereka merasa tersiksa karena panasnya.
Verse 17
17. Kemudian dikatakan kepada mereka pada hari Kiamat sebagai bentuk hinaan terhadap mereka, “Siksa yang sedang kalian rasakan ini adalah balasan dari pendustaan kalian terhadapnya di dunia ketika Rasul kalian mengabarkannya kepada kalian.”
Verse 18
ﮡﮢﮣﮤﮥﮦ
ﮧ
18. Sekali-kali tidak, kenyataannya tidak seperti yang kalian bayangkan bahwa tidak ada Hari Perhitungan dan pembalasan. Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti benar-benar berada di 'illiyyin.
Verse 19
ﮨﮩﮪﮫ
ﮬ
19. Tahukah kamu -wahai Rasul- apa 'illiyyin itu?
Verse 20
ﮭﮮ
ﮯ
20. Sesungguhnya kitab mereka itu tertulis, tak hilang, tidak ada penambahan di dalamnya maupun pengurangan.
Verse 21
ﮰﮱ
ﯓ
21. Malaikat yang didekatkan ke setiap langit hadir menyaksikan kitab ini.
Verse 22
ﯔﯕﯖﯗ
ﯘ
22. Sesungguhnya orang-orang yang memperbanyak ketaatan pasti akan berada di dalam kenikmatan abadi pada hari Kiamat.
Verse 23
ﯙﯚﯛ
ﯜ
23. di atas kasur-kasur yang berhias melihat kepada Rabb mereka dan kepada semua yang menyenangkan hati serta menggembirakan mereka.
Verse 24
ﯝﯞﯟﯠﯡ
ﯢ
24. Jika kamu melihat mereka, maka kamu lihat di wajah-wajah mereka tanda kenikmatan yang indah dan anggun.
Verse 25
ﯣﯤﯥﯦ
ﯧ
25. Pelayan-pelayan memberikan kepada mereka minuman khamar yang disegel bejananya.
Verse 26
26. Semerbak bau minyak kesturi sampai pada puncaknya. Demi mendapatkan ganjaran yang mulia ini, hendaknya orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya dengan mengamalkan apa yang diridai Allah dan meninggalkan apa yang dimurkai-Nya.
Verse 27
ﯰﯱﯲ
ﯳ
27. Minuman yang disegelini bercampur dengan air dari tasnim.
Verse 28
ﯴﯵﯶﯷ
ﯸ
28. Yaitu mata air di Surga tertinggi, orang-orang yang didekatkan kepada Allah meminumnya dalam kondisi bersih dan murni. Demikian pula orang-orang mukmin yang lain minum darinya, ia bercampur dengan minuman yang lainnya.
Verse 29
29. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka dengan kekufurannya dahulu menertawakan orang-orang yang beriman sebagai bentuk ejekan.
Verse 30
ﰂﰃﰄﰅ
ﰆ
30. Jika mereka melewati orang-orang yang beriman, mereka saling mengedipkan mata sebagai bentuk hinaan dan celaan.
Verse 31
ﰇﰈﰉﰊﰋﰌ
ﰍ
31. Jika mereka kembali kepada keluarga mereka, mereka kembali dengan gembira atas kekufuran dan hinaan mereka terhadap orang-orang yang beriman.
Verse 32
ﰎﰏﰐﰑﰒﰓ
ﰔ
32. Jika mereka melihat orang-orang Islam, mereka berkata, “Sesungguhnya orang-orang ini benar-benar telah sesat dari jalan kebenaran karena mereka telah meninggalkan agama nenek moyang mereka.”
Verse 33
ﰕﰖﰗﰘ
ﰙ
33. Padahal Allah tidak menugaskan mereka untuk menjaga amal perbuatan kaum mukminin sehingga mereka mengatakan perkataan ini.
Verse 34
ﭑﭒﭓﭔﭕﭖ
ﭗ
34. Maka pada hari Kiamat orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir sebagaimana orang-orang kafir sebelumnya menertawakan mereka di dunia.
Verse 35
ﭘﭙﭚ
ﭛ
35. Di atas kasur-kasur yang berhias mereka melihat kepada kenikmatan abadi yang disediakan oleh Allah untuk mereka.
Verse 36
ﭜﭝﭞﭟﭠﭡ
ﭢ
36. Sungguh orang-orang kafir telah mendapatkan balasan amal perbuatan yang dahulu mereka lakukan di dunia berupa siksa yang menghinakan.
تقدم القراءة