Terjemahan Surah Surah Ad-Dukhaan (Kabut / Asap) dalam الإندونيسية dari الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
الناشر
مركز تفسير للدراسات القرآنية
Verse 1
ﭑ
ﭒ
1. Ḥā Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah.
Verse 2
ﭓﭔ
ﭕ
2. Allah bersumpah dengan Al-Qur`ān yang menjelaskan jalan petunjuk menuju kebenaran.
Verse 3
3. Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur`ān ini pada malam Lailatul Qadar, yaitu suatu malam yang mengandung banyak kebaikan, dan sesungguhnya Kami menakut-nakuti dengan Al-Qur`ān ini.
Verse 4
ﭠﭡﭢﭣﭤ
ﭥ
4. Pada malam itu diperinci setiap urusan yang sudah ditetapkan yang berkenaan dengan rezeki, kematian dan lain-lain yang akan diterapkan oleh Allah pada tahun itu.
Verse 5
5. Setiap perkara yang sudah ditetapkan berasal dari sisi Kami, sesungguhnya Kami telah mengutus para Rasul.
Verse 6
6. Kami mengutus para rasul sebagai rahmat dari Rabbmu -wahai Rasul- untuk kaum yang diutusi para Rasul. Sesungguhnya Dia -Subḥānahu- Maha Mendengar ucapan-ucapan hamba-hamba-Nya, Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan mereka dan niat-niat mereka, tidak ada sedikitpun dari hal itu yang tersembunyi dari-Nya.
Verse 7
7. Rabb langit, Rabb bumi dan Rabb yang ada di antara keduanya, jika kalian meyakini hal itu, maka berimanlah kepada para Rasul-Ku.
Verse 8
8. Tidak ada yang berhak disembah selain Dia, Dia menghidupkan dan mematikan, selain Dia tidak ada yang bisa menghidupkan dan mematikan, dan Dia Rabb kalian dan Rabb bapak-bapak kalian yang terdahulu.
Verse 9
ﮍﮎﮏﮐﮑ
ﮒ
9. Orang-orang musyrik tidak meyakini hal itu, justru mereka meragukannya, bermain-main dengan kesesatan yang ada pada mereka.
Verse 10
ﮓﮔﮕﮖﮗﮘ
ﮙ
10. Maka tunggulah -wahai Rasul- siksa bagi mereka yang sudah dekat saat langit membawa kabut yang jelas terlihat oleh mata mereka karena begitu sakit.
Verse 11
ﮚﮛﮜﮝﮞﮟ
ﮠ
11. Meliputi seluruh kaummu. Dan dikatakan kepada mereka, “Siksa yang menimpa kalian ini adalah siksa yang menyakitkan.”
Verse 12
ﮡﮢﮣﮤﮥﮦ
ﮧ
12. Maka mereka memohon dengan merendahkan diri kepada Rabb mereka seraya berkata, “Wahai Rabb kami! Singkirkan dari kami siksa yang Engkau kirim kepada kami, sesungguhnya kami akan beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu jika Engkau menyingkirkannya dari kami.”
Verse 13
13. Bagaimana mungkin mereka mengambil pelajaran dan kembali kepada Rabb mereka padahal telah datang kepada mereka seorang Rasul yang jelas kerasulannya dan mereka mengetahui kejujuran dan amanahnya?
Verse 14
ﮰﮱﯓﯔﯕﯖ
ﯗ
14. Kemudian mereka berpaling dari keimanan terhadapnya dan berkata tentang dia, “Dia adalah seorang yang mendapatkan ilmu yang diajarkan oleh orang lain, dan bukan seorang rasul.” Dan mereka berkata tentang dia, “Dia adalah orang gila.”
Verse 15
15. Sesungguhnya saat Kami memalingkan siksa dari kalian sedikit saja, kalian kembali kepada kekufuran dan pendustaan kalian.
Verse 16
ﯠﯡﯢﯣﯤﯥ
ﯦ
16. Maka tunggulah mereka -wahai Rasul- pada hari saat Kami menghantam orang-orang kafir dengan hantaman yang besar yaitu di perang Badar. Sesungguhnya Kami membalas mereka karena kekufuran mereka kepada Allah dan pendustaan mereka kepada rasul-Nya.
Verse 17
17. Dan telah Kami uji kaum Fir'aun sebelum mereka, dan telah datang kepada mereka seorang utusan yang mulia dari sisi Allah, mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah dan menyembah-Nya, yaitu Musa -'alaihissalām-.
Verse 18
18. Musa berkata kepada Fir'aun dan kaumnya, “Serahkan padaku Bani Israil, mereka adalah hamba-hamba Allah, kalian tidak berhak untuk memperbudak mereka, sesungguhnya aku adalah utusan Allah, yang dipercaya atas apa yang diperintahkan kepadaku untuk aku sampaikan kepada kalian, tidak aku kurangi sedikitpun darinya dan tidak pula aku tambahi sedikitpun.”
Verse 19
19. Dan janganlah kalian takabur kepada Allah dengan tidak menyembah-Nya dan sombong kepada hamba-hamba-Nya, sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hujah yang jelas.
Verse 20
ﭜﭝﭞﭟﭠﭡ
ﭢ
20. Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Rabbku dan Rabb kalian dari tindakan kalian untuk membunuhku dengan merajamku dengan batu.
Verse 21
ﭣﭤﭥﭦﭧ
ﭨ
21. Jika kalian tidak percaya pada apa yang aku bawa maka tinggalkanlah aku dan janganlah kalian memperlakukanku dengan buruk.
Verse 22
ﭩﭪﭫﭬﭭﭮ
ﭯ
22. Maka Musa -'alaihissalām- berdoa kepada Rabbnya, “Sesungguhnya mereka itu -Fir'aun dan para pembesarnya- adalah kaum yang berdosa, pantas untuk disegerakan siksa bagi mereka.”
Verse 23
ﭰﭱﭲﭳﭴ
ﭵ
23. Maka Allah memerintahkan Musa agar pergi bersama kaumnya pada malam hari, dan mengabarkan kepadanya bahwa Fir'aun dan kaumnya akan mengikutinya.
Verse 24
24. Dan Allah memerintahkan kepadanya apabila dia dan Bani Israil telah menyeberangi laut agar membiarkan laut itu tetap terbelah sebagaimana semula, sesungguhnya Fir'aun dan kaumnya adalah tentara yang hancur dengan ditenggelamkan ke dalam laut.
Verse 25
ﭾﭿﮀﮁﮂ
ﮃ
25. Betapa banyak Fir'aun dan kaumnya meninggalkan taman-taman dan mata air yang mengalir.
Verse 26
ﮄﮅﮆ
ﮇ
26. Dan betapa banyak mereka meninggalkan kebun-kebun dan tempat-tempat yang indah.
Verse 27
ﮈﮉﮊﮋ
ﮌ
27. Serta betapa banyak mereka meninggalkan kehidupan bersenang-senang yang sebelumnya mereka nikmati.
Verse 28
ﮍﮎﮏﮐﮑ
ﮒ
28. Demikianlah yang terjadi pada mereka sebagaimana yang diceritakan kepada kalian, dan Kami wariskan seluruh taman-taman, mata air, kebun-kebun dan tempat-tempat indah kepada kaum yang lain, yaitu Bani Israil.
Verse 29
29. Maka langit dan bumi tidak menangisi Fir'aun dan kaumnya tatkala mereka tenggelam, dan mereka tidak mendapatkan lagi kesempatan untuk bertobat.
Verse 30
30. Dan sesungguhnya Kami telah menyelamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan, yaitu tatkala Fir'aun dan kaumnya membunuh anak-anak lelaki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.
Verse 31
31. Kami telah menyelamatkan mereka dari siksa Fir'aun, karena sesungguhnya ia adalah orang yang sombong dan melanggar perintah dan agama Allah.
Verse 32
ﮭﮮﮯﮰﮱﯓ
ﯔ
32. Dan Kami telah memilih Bani Israil berdasarkan pengetahuan Kami atas manusia pada jaman mereka karena banyaknya para Nabi dari kalangan mereka.
Verse 33
33. Dan Kami telah berikan kepada mereka dari mukjizat-mukjizat yang Kami berikan guna menguatkan Musa dengannya, yang padanya terdapat kenikmatan yang nyata, seperti makanan manna, salwa dan lainnya.
Verse 34
ﯝﯞﯟ
ﯠ
34. Sesungguhnya orang-orang musyrik yang pendusta benar-benar berkata untuk mengingkari adanya kebangkitan,
Verse 35
35. “Tidak ada kematian selain kematian kami di dunia ini, dan tidak ada kehidupan setelahnya, dan tidaklah kami akan dibangkitkan setelah kematian ini.
Verse 36
ﯪﯫﯬﯭﯮ
ﯯ
36. Maka datangkanlah olehmu -wahai Muhammad- beserta para pengikutmu yang bersamamu, bapak-bapak kami yang telah mati dalam keadaan hidup jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam seruan kalian bahwa Allah akan menghidupkan orang-orang yang sudah mati untuk perhitungan amal perbuatan dan pembalasan.”
Verse 37
37. Apakah orang-orang musyrik yang mendustakanmu itu -wahai Rasul- lebih kuat dan lebih bertahan, ataukah kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka seperti kaum 'Ād dan Ṡamūd, Kami telah menghancurkan mereka semua, sesungguhnya mereka itu kaum yang berdosa.
Verse 38
38. Dan tidaklah Kami menciptakan langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan main-main dalam menciptakannya.
Verse 39
39. Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi kecuali dengan hikmah yang tinggi, akan tetapi kebanyakan dari orang-orang musyrik tidak mengetahui hal itu.
Verse 40
ﭑﭒﭓﭔﭕ
ﭖ
40. Sesungguhnya hari Kiamat saat untuk Allah memisahkan di antara para hamba-Nya merupakan waktu yang dijanjikan kepada seluruh makhluk, Allah mengumpulkan mereka semua pada hari Kiamat.
Verse 41
41. Yaitu hari di saat seorang kerabat tidak bisa memberi manfaat kepada kerabatnya dan seorang teman tidak bisa memberi manfaat kepada temannya dan mereka tidak bisa menahan dari siksa Allah, karena kekuasaan pada Hari itu hanya milik Allah, tidak ada seorangpun yang bisa mengaku sebagai pemiliknya.
Verse 42
42. Kecuali orang yang mendapat rahmat Allah dari kalangan manusia, maka dia bisa mendapat manfaat dari amal saleh yang telah dikerjakannya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, tidak ada seorang pun yang mengalahkan-Nya, dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat.
Verse 43
ﭫﭬﭭ
ﭮ
43. Sesungguhnya pohon Zaqqūm yang ditumbuhkan Allah di dasar neraka Jahim,
Verse 44
ﭯﭰ
ﭱ
44. adalah makanan bagi orang yang banyak berbuat dosa, ia makan dari buahnya yang menjijikkan.
Verse 45
ﭲﭳﭴﭵ
ﭶ
45. Seperti minyak hitam yang mendidih di dalam perut mereka karena sangat amat panas.
Verse 46
ﭷﭸ
ﭹ
46. Sebagaimana mendidihnya air di titik puncak panas.
Verse 47
ﭺﭻﭼﭽﭾ
ﭿ
47. Dan dikatakan kepada Zabaniyah, malaikat penjaga Neraka, “Ambillah ia dan seretlah ia secara paksa dan keras ke tengah-tengah Neraka Jahim.
Verse 48
48. Kemudian tuangkan ke atas kepala orang yang sedang diazab ini air yang panas, sehingga ia tidak terlepas dari siksa.”
Verse 49
ﮈﮉﮊﮋﮌ
ﮍ
49. Dan dikatakan kepadanya sebagai hinaan “Rasakan siksa yang pedih ini, sesungguhnya engkau adalah orang perkasa yang kedudukanmu tidak ada yang melawan dan mulia di kalangan kaummu.
Verse 50
ﮎﮏﮐﮑﮒﮓ
ﮔ
50. Sesungguhnya siksa ini adalah yang kalian ragukan terjadinya pada hari Kiamat, maka telah hilang keraguan dari kalian dengan melihatnya langsung.”
Verse 51
ﮕﮖﮗﮘﮙ
ﮚ
51. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya berada di tempat terhormat, aman dari setiap hal yang tidak disukai yang menimpa mereka.
Verse 52
ﮛﮜﮝ
ﮞ
52. Berada di taman-taman dan mata air yang mengalir.
Verse 53
ﮟﮠﮡﮢﮣ
ﮤ
53. Di Surga mereka mengenakan sutera yang tipis dan sutera yang tebal, masing-masing saling berhadap-hadapan dan tidak seorang pun dari mereka yang melihat tengkuk orang lainnya.
Verse 54
ﮥﮦﮧﮨ
ﮩ
54. Sebagaimana mereka telah Kami muliakan dengan hal-hal yang telah disebutkan itu, mereka Kami nikahkan dengan bidadari-bidadari yang rupawan, bermata lebar dengan putih bola matanya sangat putih dan hitamnya pun sangat hitam.
Verse 55
ﮪﮫﮬﮭﮮ
ﮯ
55. Mereka memanggil pelayan-pelayan mereka agar membawakan semua buah-buahan yang mereka inginkan, dan mereka merasa aman dari habisnya buah-buahan itu maupun dari bahayanya.
Verse 56
56. Mereka kekal di dalamnya, tidak merasakan kematian di dalamnya kecuali kematian pertama di kehidupan dunia dan Rabb mereka menjaga mereka dari siksa Neraka.
Verse 57
57. Sebagai anugerah dan kebaikan dari Rabbmu -wahai Rasul- untuk mereka. Hal tersebut -yaitu dimasukkannya mereka ke dalam Surga dan selamat dari Neraka- adalah kemenangan besar yang tidak ada kemenangan lain yang menandinginya.
Verse 58
ﯦﯧﯨﯩﯪ
ﯫ
58. Maka sesungguhnya Kami memudahkan Al-Qur`ān ini dan Kami gampangkan dengan diturunkannya dalam lisan Arabmu -wahai Rasul- agar mereka mengambil pelajaran.
Verse 59
ﯬﯭﯮ
ﯯ
59. Maka tunggulah pertolonganmu dan kehancuran mereka, sesungguhnya mereka menunggu kehancuranmu.
تقدم القراءة