171. Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu,*(247) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya**(248) yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. ***(249) Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
____________________
*247). Janganlah kamu mengatakan Nabi 'Isa -'alaihissalām- itu Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh orang Nasrani. **248). Maksud kalimat yaitu kun, sehingga Nabi 'Isa -'alaihissalām- diciptakan tanpa bapak. ***249). Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.
____________________
*247). Janganlah kamu mengatakan Nabi 'Isa -'alaihissalām- itu Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh orang Nasrani. **248). Maksud kalimat yaitu kun, sehingga Nabi 'Isa -'alaihissalām- diciptakan tanpa bapak. ***249). Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.
الترجمة الإندونيسية - شركة سابق
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu383, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ʻIsa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya384 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya385. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
____________________
383. Maksudnya, janganlah kamu mengatakan Nabi ʻIsa ‘Alaihissalām itu Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.
384. Lihat catatan kakai nomor 193.
385. Disebut tiupan dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā karena tiupan itu berasal dari perintah Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
____________________
383. Maksudnya, janganlah kamu mengatakan Nabi ʻIsa ‘Alaihissalām itu Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.
384. Lihat catatan kakai nomor 193.
385. Disebut tiupan dari Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā karena tiupan itu berasal dari perintah Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
الترجمة الإندونيسية - المجمع
171. Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu,247) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya248) yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.249) Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
____________________
247) Janganlah kamu mengatakan Nabi Isa -'alaihissalām- itu Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh orang Nasrani. 248) Maksud kalimat yaitu kun, sehingga Nabi Isa -'alaihissalām- diciptakan tanpa bapak. 249) Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.
____________________
247) Janganlah kamu mengatakan Nabi Isa -'alaihissalām- itu Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh orang Nasrani. 248) Maksud kalimat yaitu kun, sehingga Nabi Isa -'alaihissalām- diciptakan tanpa bapak. 249) Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.
الترجمة الإندونيسية - وزارة الشؤون الإسلامية
171. Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang Nasrani, penganut kitab suci Injil, “Janganlah kalian melampaui batas yang ada di dalam agama kalian. Dan janganlah kalian berkata tentang Isa -'alaihissalām- kecuali dengan bukti yang benar. Sesungguhnya Isa putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang diutus oleh Allah dengan membawa kebenaran. Dia menciptakannya dengan kalimat-Nya yang dikirimkan oleh Jibril -'alaihissalām- kepada Maryam, yaitu kalimat, ‘Kun' (Jadilah), maka jadilah. Kalimat itu adalah tiupan dari Allah yang ditiupkan oleh Jibril atas perintah Allah. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan seluruh rasul-Nya, tanpa membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain. Dan janganlah kalian berkata, ‘Tuhan itu ada tiga’. Berhentilah mengucapkan kata-kata yang bohong dan keliru itu. Karena menghentikan ucapan tersebut akan lebih baik bagi kalian di dunia dan di Akhirat. Sesungguhnya Allah adalah Rabb Yang Maha Esa. Dia Mahasuci tidak memiliki sekutu dan anak. Dia sama sekali tidak membutuhkannya. Dia lah pemilik apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi beserta isinya. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas serta Pengatur dalam urusan makhluk-Nya.”
الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم
يَـٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ إِنَّمَا ٱلۡمَسِيحُ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلۡقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرۡيَمَ وَرُوحٞ مِّنۡهُۖ فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۖ وَلَا تَقُولُواْ ثَلَٰثَةٌۚ ٱنتَهُواْ خَيۡرٗا لَّكُمۡۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٞۘ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلٗا
Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
Indonesian - Indonesian translation