ترجمة معاني سورة الصافات باللغة الإندونيسية من كتاب الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم

مركز تفسير للدراسات القرآنية

الترجمة الإندونيسية للمختصر في تفسير القرآن الكريم

مركز تفسير للدراسات القرآنية

الناشر

مركز تفسير للدراسات القرآنية

آية رقم 1
1. Allah bersumpah dengan para malaikat yang berbaris rapi dalam beribadah kepada-Nya.
آية رقم 2
2. Allah bersumpah dengan para malaikat yang menggiring awan dan membawanya ke arah yang Allah kehendaki untuk turun hujan di sana.
آية رقم 3
3. Allah bersumpah dengan para malaikat yang membaca firman-Nya.
آية رقم 4
4. Sesungguhnya sesembahan kalian -wahai manusia- yang sebenarnya adalah Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, yakni Allah.
آية رقم 5
5. Rabb langit, Rabb bumi, Rabb apa yang ada di antara langit dan bumi, Rabb matahari di tempat terbit dan terbenamnya sepanjang tahun.
آية رقم 6
6. Sesungguhnya Kami menghiasi langit terdekat ke bumi dengan suatu perhiasan yang indah, yaitu bintang-bintang yang tampak di penglihatan seperti mutiara yang berkilau.
آية رقم 7
7. Dan Kami menjaga langit terdekat dengan bintang-bintang dari setiap setan pembangkang yang menyimpang dari ketaatan, setan-setan itu dilempar dengannya.
8.      Para setan itu tidak sanggup mendengar perbincangan para malaikat di langit manakala mereka membicarakan wahyu Rabb mereka di antara mereka, baik wahyu syariat mapun wahyu takdir. Para setan itu dilempari dengan bola-bola api dari segala penjuru.
آية رقم 9
9. Mereka diusir dan dihalau agar tidak mendengar pembicaraan para malaikat, dan bagi mereka di Akhirat azab yang menyakitkan serta abadi tidak terputus.
آية رقم 10
10. Kecuali sebagian dari setan yang mendengar selentingan, yaitu kalimat yang beredar di antara para malaikat dan menjadi perbincangan mereka, yang ilmu tentangnya belum sampai ke penduduk bumi. Lalu satu bola api akan memburunya hingga kemudian membakarnya. Dan mungkin saja dia telah menyampaikan kalimat tersebut kepada saudara-saudaranya sebelum bola api mengenainya lalu mereka menyampaikannya kepada dukun-dukun, kemudian para dukun itu membumbuinya dengan seratus kebohongan tambahan.
11. Tanyakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang kafir yang mengingkari kebangkitan, apakah mereka itu lebih kuat penciptaan, lebih kuat jasad dan lebih kokoh anggota tubuhnya dibandingkan orang-orang yang Kami ciptakan di langit dan di bumi dan Malaikat-Malaikat? Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari lumpur kental, bagaimana mereka bisa mengingkari kebangkitan, sementara mereka diciptakan dari makhluk yang lemah, yaitu lumpur kental?
آية رقم 12
12. Sungguh kamu -wahai Rasul- kagum kepada kodrat Allah dan pengaturan-Nya terhadap urusan-urusan makhluk-Nya. Kamu juga heran dengan pendustaan kaum musyrikin terhadap Kebangkitan. Begitu kuatnya pendustaan kaum musyrikin tentang Kebangkitan, maka mereka selalu melecehkan apa yang kamu katakan tentangnya.
آية رقم 13
13. Jika orang-orang musyrikin itu dinasihati dengan suatu nasihat, mereka tidak mengambil manfaat darinya, karena hati mereka sudah menjadi keras.
آية رقم 14
14.   Jika mereka menyaksikan satu mukjizat dari mukjizat-mukjizat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menunjukkan kebenaran beliau, mereka sangat merendahkan dan memperolok-oloknya.
آية رقم 15
15. Mereka berkata, “Apa yang dibawa oleh Muhammad ini hanyalah sihir yang nyata.
آية رقم 16
16.   Apakah bila kami sudah mati dan menjadi tanah dan tinggal tulang belulang yang hancur luluh, apakah kita akan dibangkitkan sesudahnya dalam keadaan hidup? Ini benar-benar tidak mungkin.
آية رقم 17
17.   Apakah nenek moyang kami yang telah mati sebelum kami juga dibangkitkan?”
آية رقم 18
18.   Katakanlah -wahai Rasul- untuk menjawab mereka, “Benar, kalian dibangkitkan sesudah jasad kalian menjadi tanah dan tinggal tulang-tulang yang lapuk, demikian juga nenek moyang kalian terdahulu, kalian semuanya akan dibangkitkan dalam keadaan hina dina.”
آية رقم 19
19. Hanya dengan sekali tiupan sangkakala (tiupan kedua), mereka semuanya melihat kengerian hari Kiamat, menantikan apa yang akan Allah lakukan terhadap mereka.
آية رقم 20
20. Orang-orang musyrikin yang mendustakan kebangkitan berkata, “Betapa celaka kita! Ini adalah hari pembalasan saat Allah membalas hamba-hamba-Nya atas amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia.”
آية رقم 21
21.   Maka dikatakan kepada mereka, “Ini adalah hari keputusan di antara hamba-hamba yang dulu kalian ingkari dan dustakan di dunia.”
آية رقم 22
22. dan 23. Kepada para Malaikat dikatakan pada hari itu, “Kumpulkanlah orang-orang musyrikin dengan kesyirikan mereka dan orang-orang yang semisal dengan mereka, yang mendukung mereka dalam mendustakan Kebangkitan, termasuk apa yang mereka sembah selain Allah berupa berhala-berhala. Tunjukkanlah kepada mereka jalan menuju Neraka dan giringlah mereka ke sana, karena Neraka adalah tempat kembali mereka.
آية رقم 23
22. dan 23. Kepada para Malaikat dikatakan pada hari itu, “Kumpulkanlah orang-orang musyrikin dengan kesyirikan mereka dan orang-orang yang semisal dengan mereka, yang mendukung mereka dalam mendustakan Kebangkitan, termasuk apa yang mereka sembah selain Allah berupa berhala-berhala. Tunjukkanlah kepada mereka jalan menuju Neraka dan giringlah mereka ke sana, karena Neraka adalah tempat kembali mereka.
آية رقم 24
24.   Tahanlah mereka untuk menghadapi hisab sebelum masuk Neraka, karena mereka akan ditanya, kemudian giringlah mereka ke Neraka.”
آية رقم 25
25.        Dikatakan kepada mereka sebagai celaan terhadap mereka, “Mengapa sebagian dari kalian tidak menolong sebagian yang lain sebagaimana di dunia kalian saling menolong ,dan kalian juga menyatakan bahwa berhala-berhala kalian akan menolong kalian?”
آية رقم 26
26. Sebaliknya pada hari itu mereka tunduk kepada perintah Allah dalam kehinaan. Sebagian mereka tidak menolong sebagian yang lain karena mereka memang tidak mampu dan tidak punya jalan untuk itu.
آية رقم 27
27. Sebagian dari mereka menghadap sebagian lainnya untuk saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab pada saat semua itu tidak lagi berguna sama sekali bagi mereka.
آية رقم 28
28. Para pengikut berkata kepada panutan mereka, “Sesungguhnya kalian -wahai para tokoh kami- mendekati kami melalui agama dan kebenaran, lalu kalian menghiasi kekufuran, perbuatan syirik kepada Allah dan perbuatan maksiat. Kalian membuat kami menjauh dari kebenaran yang dibawa oleh para rasul dari sisi Allah.”
آية رقم 29
29. Para panutan berkata kepada pengikutnya, “Perkaranya tidak sebagaimana yang kalian tuduhkan, tetapi kalian berada di atas kekufuran, kalian tidak beriman, bahkan kalian adalah orang-orang yang mengingkari.
30. Kami (para panutan) tidak memiliki kekuasaan dan wewenang atas kalian sehingga kami bisa menjerumuskan kalian ke dalam kekufuran, kesyirikan dan kemaksiatan, sebaliknya kalian sendiri adalah orang-orang yang melampaui batas dalam urusan kekufuran dan kesesatan.”
آية رقم 31
31. Maka ancaman Allah berlaku untuk kami dan untuk kalian dalam firman-Nya, “Aku pasti akan memenuhi Jahanam denganmu dan orang-orang yang mengikutimu seluruhnya.” (Ṣād: 85). Kemudian kami pasti merasakan -tanpa diragukan lagi- apa yang telah Rabb kami ancamkan.
آية رقم 32
32. Kami mengajak kalian kepada kekufuruan dan kesesatan, dan kami sendiri adalah orang-orang yang tersesat dari jalan kebenaran.
آية رقم 33
33. Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti dan orang-orang yang diikuti sama-sama berserikat dalam azab pada hari Kiamat.
آية رقم 34
34. Sebagaimana Kami menimpakan azab kepada mereka, Kami juga menimpakannya kepada para penjahat selain mereka.
35.        Orang-orang musyrikin itu, manakala dikatakan kepada mereka, "Lā ilāha illallāh", diajak untuk mengamalkan konsekuensinya dan meninggalkan apa yang menyelisihinya, mereka menolak untuk menjawab ajakan tersebut dan menolak tunduk kepadanya karena menyombongkan diri dari kebenaran dan merasa tinggi hati.
آية رقم 36
36. Mereka berkata menyodorkan hujah kekufuran mereka, “Apakah kami harus meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah karena ucapan seorang penyair gila?” Maksud mereka adalah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
آية رقم 37
37. Sungguh mereka telah melakukan kebohongan besar. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bukan orang gila dan bukan seorang penyair, akan tetapi beliau datang membawa Al-Qur`ān yang mengajak kepada pengesaan Allah dan mengikuti Rasul-Nya. Beliau membenarkan para rasul terlaot apa yang mereka bawa dari sisi Allah yaitu Tauhid dan penetapan kebangkitan, beliau tidak menyelisihi mereka sedikit pun.
آية رقم 38
38. Sesungguhnya kalian -wahai orang-orang musyrikin- pasti akan merasakan azab yang pedih pada hari Kiamat karena kekufuran kalian dan pendustaan kalian terhadap para rasul.
آية رقم 39
39. Kalian wahai -orang-orang musyrikin- tidak dibalas kecuali atas apa yang kalian perbuat di dunia berupa kekufuran kepada dan berbagai kelakuan maksiat.
آية رقم 40
40. Akan tetapi hamba-hamba Allah yang beriman yang Allah pilih untuk beribadah kepada-Nya dan mereka mengikhlaskan ibadah kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang selamat dari azab.
آية رقم 41
41.        Hamba-hamba Allah yang ikhlas itu, bagi mereka rezeki dari Allah untuk mereka, rezeki yang diketahui baik, nikmat dan langgeng.
آية رقم 42
42.        Di antara rezeki tersebut adalah buah-buahan terlezat yang mereka makan dan inginkan, lebih dari itu mereka dimuliakan dengan derajat-derajat yang tinggi dan dengan melihat ke wajah Allah yang mulia.
آية رقم 43
43. Mereka mendapatkan semua itu di surga-surga kenikmatan yang kekal abadi tidak pernah terhenti dan terputus.
آية رقم 44
44.        Mereka duduk nyaman di atas ranjang-ranjang yang saling hadapan, sebagian melihat sebagian lainnya, mereka berbahagia karena berjumpa dengan saudaranya.
آية رقم 45
45.        Gelas-gelas khamar diedarkan di antara mereka, khamar yang bening seperti air yang mengalir.
آية رقم 46
46.        Berwarna putih, siapa yang meminumnya merasakan kenikmatan yang sempurna.
آية رقم 47
47.        Tidak seperti khamar dunia, ia tidak melenyapkan akal karena mabuk, tidak membuat peminumnya pusing, peminumnya selamat jasad dan akalnya.
آية رقم 48
48.        Di Surga mereka mendapatkan istri-istri yang suci, pandangan mata mereka tidak menoleh kecuali kepada suami-suami mereka, mata mereka bening indah.
آية رقم 49
49. Kulit mereka putih kekuning-kuningan seperti telur burung, terjaga tidak terjamah oleh tangan siapapun.
آية رقم 50
50.        Sebagian penghuni Surga menghadap kepada sebagian lainnya, mereka saling bertanya tentang masa lalu mereka di dunia.
آية رقم 51
51.        Seseorang dari orang-orang Mukmin berkata, "Dulu aku punya seorang teman yang mengingkari kebangkitan."
آية رقم 52
52. Temanku itu berkata kepadaku dengan penuh pengingkaran dan penghinaan, “Apakah kamu -wahai temanku- termasuk orang-orang yang membenarkan kebangkitan sesudah kematian?
آية رقم 53
53.        Apakah kalau kita sudah mati dan menjadi tanah dan tinggal tulang belulang yang lapuk, apakah kita akan dibangkitkan dan dibalas atas amal-amal kita di dunia?”
آية رقم 54
54.        Temannya yang beriman itu berkata kepada rekan-rekannya di Surga, “Mari kita lihat nasib temanku itu yang dulu mengingkari kebangkitan.”
آية رقم 55
55.        Maka dia melongok, dia melihatnya berada di tengah api neraka Jahanam.
آية رقم 56
56.        Dia berkata, “Demi Allah, kamu wahai rekanku, kamu hampir mencelakakanku dengan masuk Neraka gara-gara kamu mengajakku kepada kekufuran dan pengingkaran terhadap Kebangkitan.
آية رقم 57
57. Seandainya Allah tidak memberiku nikmat berupa hidayah, iman dan taufik, niscaya aku termasuk orang-orang yang digiring menuju azab sepertimu.”
آية رقم 58
58. “Kita para penghuni Surga tidak akan mati.
آية رقم 59
59.        Selain kematian pertama di dunia, karena kita akan kekal selamanya di surga, kita tidak diazab sebagaimana orang-orang kafir.
آية رقم 60
60.        Sesungguhnya balasan yang diberikan oleh Rabb kita, yaitu masuk Surga, kekal di dalamnya dan keselamatan dari api neraka, ini benar-benar kemenangan yang besar yang tidak ada tandingannya.”
آية رقم 61
61.        Untuk mendapatkan balasan yang agung inilah hendaknya orang-orang yang beramal melakukan amalannya. Sungguh ini adalah bisnis yang menguntungkan.
آية رقم 62
62. Apakah nikmat tersebut, yang Allah siapkan bagi para hamba yang dipilih Allah untuk menaati-Nya, lebih baik dan lebih utama kedudukan dan kemuliaannya ataukah pohon zaqqūm yang terkutuk di dalam Al-Qur`ān yang merupakan makanan orang-orang kafir yang tidak menggemukkan ataupun mengenyangkan dari lapar?
آية رقم 63
63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon ini sebagai fitnah untuk menguji orang-orang yang zalim dengan kekufuran dan kemaksiatan, di mana mereka berkata, "Api memakan pohon, mana ada pohon hidup di dalam api."
آية رقم 64
64.        Sesungguhnya pohon zaqqūm adalah pohon yang akarnya busuk, ia adalah pohon yang tumbuh di dasar api neraka Jahim.
آية رقم 65
65. Buah yang dihasilkannya sangat memuakkan pemandangan, ia seperti kepala setan. Buruknya pemandangan menunjukkan buruknya kandungan di dalamnya. Ini artinya bahwa buahnya terasa sangat busuk.
آية رقم 66
66.        Sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan memakan buahnya yang pahit dan getir, mereka akan memenuhi perut mereka yang kosong dengannya.
آية رقم 68
68. Kemudian sesudah itu tempat kembali mereka adalah azab Jahim, mereka berpindah dari satu azab ke azab lainnya.
آية رقم 69
69.        Sesungguhnya orang-orang kafir itu mendapati nenek moyang mereka orang-orang yang tersesat dari jalan petunjuk, maka mereka mengikuti nenek moyang mereka karena taklid tanpa hujah.
آية رقم 70
70. Mereka menelusuri jejak nenek moyang mereka dalam kesesatan dengan semangat.
آية رقم 71
71.        Sungguh telah tersesat sebelum mereka kebanyakan dari orang-orang terdahulu. Kaummu -wahai Rasul- bukan orang pertama yang tersesat dari umat manusia.
آية رقم 72
72. Sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat terdahulu para rasul yang memperingatkan mereka dari azab Allah, tetapi mereka kafir.
آية رقم 73
73.        Lihatlah -wahai Rasul- bagaimana akhir dari kaum yang telah diperingatkan oleh rasul-rasul mereka namun mereka tetap tidak merespon peringatan tersebut, sesungguhnya akhir hidup mereka adalah api Neraka yang mereka kekal di dalamnya karena kekufuran dan pendustaan mereka kepada para rasul.
آية رقم 74
74. Kecuali orang-orang yang Allah pilih untuk beriman kepada-Nya, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selamat dari azab yang merupakan akhir dari hidup orang-orang kafir yang mendustakan.
آية رقم 75
75. Nabi Kami Nuh -'alaihissalām- berdoa kepada Kami manakala dia berdoa atas kaumnya yang mendustakannya, maka sebaik-baik yang menjawab doanya adalah Kami, Kami bergegas menjawab doanya atas mereka.
آية رقم 76
76. Sungguh Kami telah menyelamatkannya, menyelamatkan keluarganya dan orang-orang yang beriman bersamanya dari gangguan kaumnya dan dari banjir serta badai besar yang dikirim kepada orang-orang kafir dari kaumnya.
آية رقم 77
77.        Kami menyelamatkan keluarganya dan para pengikutnya yang beriman saja. Selain mereka dari kaumnya yang kafir, Kami tenggelamkan.
آية رقم 78
78. Dan Kami meninggalkan baginya satu sanjungan yang baik pada umat-umat berikutnya, mereka menyanjungnya dengan itu.
آية رقم 79
79. Keamanan dan keselamatan untuk Nuh -'alaihissalām- sehingga tidak ada kata-kata buruk yang ditujukan pada beliau dari umat-umat setelahnya, sebaliknya sanjungan dan nama yang baik akan terus mengalir untuk beliau.
آية رقم 80
80. Kami memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat baik dalam beribadah dan menaati Allah semata dengan balasan yang sama dengan yang Kami berikan kepada Nuh -'alaihissalām-.
آية رقم 81
81. Sesungguhnya Nuh termasuk hamba-hamba Kami yang beriman lagi mengamalkan ketaatan kepada Allah.
آية رقم 82
82.        Kemudian Kami menenggelamkan sisanya dengan badai topan yang Kami kirimkan kepada mereka, sehingga tidak tersisa seorang pun.
آية رقم 83
83. Sesungguhnya Ibrahim termasuk seagama dengan Nuh yang sejalan dengannya dalam menyerukan pengesaan Allah.
آية رقم 84
84. Ingatlah ketika dia datang kepada Rabbnya dengan membawa hati yang bersih dari syirik, tulus kepada Allah dalam menasihati makhluk-Nya.
آية رقم 85
85.        Ketika dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya yang musyrikin menyalahkan perbuatan mereka, “Apa yang kalian sembah selain Allah ini?
آية رقم 86
86.        Apakah tuhan-tuhan bohong itu yang kalian sembah selain Allah?
آية رقم 87
87. Wahai kaumku! Apa anggapan kalian terhadap Allah Rabb alam semesta jika kalian menghadap kepada-Nya sementara kalian menyembah selain-Nya? Menurut kalian, apa yang akan Dia lakukan terhadap kalian?”
آية رقم 88
88.        Ibrahim memandang ke bintang sejenak untuk memikirkan taktik melepaskan diri agar tidak berangkat bersama kaumnya.
آية رقم 89
89. Ia menyebutkan alasan ketidakkepergiannya ke hari raya kaumnya, “Sesungguhnya aku sakit.”
آية رقم 90
90. Mereka meninggalkannya di belakang mereka dan mereka pun berangkat.
آية رقم 91
91. Maka Ibrahim mendatangi berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Dia mencibir berhala-berhala tersebut, “Mengapa kalian tidak menyantap makanan yang dibuat oleh para pemuja kalian?
آية رقم 92
92. Mengapa kalian tidak berkata-kata, tidak menjawab siapa yang bertanya kepada kalian? Apakah (benda) seperti ini disembah selain Allah?”
آية رقم 93
93. Maka Ibrahim maju menghantam berhala-berhala tersebut dengan tangan kanannya untuk menghancurkannya.
آية رقم 94
94.        Maka para penyembahnya datang bergegas kepadanya.
آية رقم 95
95. Ibrahim menghadapi mereka dengan keberanian, dia berkata kepada mereka mencela perbuatan mereka, “Apakah kalian menyembah selain Allah tuhan-tuhan yang kalian pahat sendiri dengan tangan kalian?
آية رقم 96
96. Padahal Allah -Subḥānahu- yang menciptakan kalian dan menciptakan perbuatan kalian, di antaranya adalah perbuatan kalian membuat berhala-berhala ini. Dia lah yang berhak untuk disembah semata dan tidak disekutukan dengan selain-Nya.”
آية رقم 97
97. Ketika mereka kalah dalam menghadapi hujah Ibrahim, maka mereka pun menggunakan kekerasan. Mereka bermusyawarah di antara mereka tentang apa yang hendak mereka perbuat terhadap Ibrahim. Mereka berkata, “Dirikanlah suatu bangunan, isilah dengan kayu bakar, kemudian bakarlah, lalu campakkanlah dia ke dalamnya. “
آية رقم 98
98.        Kaum Ibrahim bermaksud berbuat jahat terhadapnya dengan membakarnya agar mereka bisa berlepas darinya, maka Kami menggagalkan kejahatan mereka manakala Kami menjadikan api dingin dan selamat bagi Ibrahim.
آية رقم 99
99. Ibrahim berkata, “Sesungguhnya aku berhijrah kepada Rabbku meninggalkan negeri kaumku agar aku bisa beribadah kepada-Nya, Rabbku akan menunjukkanku kepada jalan kebaikan di dunia dan di Akhirat.
آية رقم 100
100. Ya Rabbi! Berilah aku anak yang saleh sebagai pendukungku dan pengganti dari kaumku di negeri asing.”
آية رقم 101
101. Maka Kami menjawab doanya, Kami memberinya kabar gembira yang membahagiakannya, Kami memberinya kabar gembira dengan kelahiran seorang anak yang bakal menjadi dewasa dan menjadi penyantun. Anak itu adalah Ismail -'alaihissalām-.
102.      Tatkala Ismail menjadi pemuda, usahanya mencapai usaha bapaknya, bapaknya Ibrahim bermimpi, dan mimpi para Nabi adalah wahyu. Ibrahim menyampaikan kandungan mimpinya kepada anaknya, “Anakku! Sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu tentangnya.” Ismail menjawab kata-kata bapaknya, “Bapakku! Lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, yaitu menyembelihku, engkau akan mendapati diriku termasuk orang-orang yang sabar, yang rela menerima hukum Allah.”
آية رقم 103
103. Manakala keduanya patuh dan tunduk kepada Allah, Ibrahim membaringkan putranya di atas sisi keningnya untuk melaksanakan perintah Allah.
آية رقم 104
104. Kami memanggil Ibrahim yang hendak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, “Wahai Ibrahim!
آية رقم 105
105. Kamu telah merealisasikan mimpimu dengan tekad kuatmu untuk menyembelih anakmu. Sebagaimana Kami membalasmu dengan membebaskanmu dari ujian yang berat ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik dengan menyelamatkan mereka dari ujian dan cobaan.”
آية رقم 106
106.       Sesungguhnya ini adalah ujian yang benar-benar nyata, Ibrahim lulus di dalamnya.
آية رقم 107
107. Kami mengganti Ismail dengan domba besar yang disembelih sebagai gantinya.
آية رقم 108
108. Kami mencatatkan bagi Ibrahim sanjungan yang baik pada umat-umat yang datang kemudian.
آية رقم 109
109.       Sebagai penghormatan dari Allah baginya, doa keselamatan dari segala musibah dan penyakit.
آية رقم 110
110.       Sebagaimana Kami membalas Ibrahim dengan balasan ini, Kami membalas orang-orang yang berbuat baik.
آية رقم 111
111.       Sesungguhnya Ibrahim termasuk hamba-hamba Kami yang beriman yang memenuhi konsekuensi ibadah kepada Allah.
آية رقم 112
112. Kami memberinya kabar gembira berupa anak kedua yang menjadi seorang nabi dan hamba yang saleh, dia adalah Isḥāq, sebagai balasan atas ketaatannya kepada Allah dalam menyembelih putra semata wayangnya Ismail.
113. Kami menurunkan keberkahan dari Kami kepadanya dan kepada anaknya Isḥāq. Kami melimpahkan kenikmatan kepada mereka, di antaranya memperbanyak anak turunan keduanya, dan dari anak turunan keduanya ada orang yang berbuat baik dengan menaati Rabbnya, ada juga yang menzalimi dirinya dengan kekufuran dan berbuat kemaksiatan, kezaliman yang nyata.
آية رقم 114
114. Sungguh Kami telah memberi Musa dan saudaranya Harun kenabian.
آية رقم 115
115. Kami menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya, Bani Israil, dari perbudakan Fir'aun dan dari penenggelaman.
آية رقم 116
116. Kami memenangkan mereka atas Fir'aun dan bala tentaranya, maka kemenangan berada di pihak mereka atas musuh mereka.
آية رقم 117
117.       Dan Kami memberi Musa dan saudaranya Harun Taurat sebuah kitab dari sisi Allah, yang jelas tidak ada kesamaran padanya.
آية رقم 118
118. Kami membimbing keduanya ke jalan lurus yang tidak bengkok, yaitu jalan Islam yang menyampaikan kepada rida Al-Khāliq -Subḥānahu-
آية رقم 119
119.       Kami menetapkan bagi keduanya pujian yang baik dan nama yang bagus pada umat-umat yang datang kemudian.
آية رقم 120
120.       Sebagai penghormatan yang baik dari Allah kepada keduanya, sanjungan bagi keduanya dan doa keselamatan bagi keduanya dari segala hal yang tidak diharapkan.
آية رقم 121
121. Sebagaimana Kami membalas Musa dan Harun dengan balasan yang baik ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik.
آية رقم 122
122. Sesungguhnya Musa dan Harun termasuk hamba-hamba Kami yang beriman kepada Allah, yang mengamalkan apa yang disyariatkan Allah bagi mereka.
آية رقم 123
123. Sesungguhnya Ilyas termasuk rasul dari Rabbnya, Allah memberinya nikmat kenabian dan kerasulan.
آية رقم 124
124. Ketika dia berkata kepada kaumnya yang dia diutus kepada mereka, Bani Israil, “Wahai kaumku! Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya yang di antaranya adalah Tauhid dan meninggalkan larangan-larangan-Nya yang salah satunya adalah syirik?
آية رقم 125
125. Apakah kalian menyembah berhala kalian Ba'l dan meninggalkan Allah Pencipta terbaik?
آية رقم 126
126. Allah adalah Rabb kalian yang menciptakan kalian dan nenek moyang kalian sebelum kalian. Dia lah yang berhak untuk disembah, bukan selain Allah dari berhala-berhala yang tidak mendatangkan manfaat dan mudarat.
آية رقم 127
127. Sikap kaumnya tidak lain kecuali mendustakannya, karena itu mereka diseret ke azab.
آية رقم 128
128. Kecuali siapa saja dari kaumnya yang beriman dan ikhlas kepada Allah dalam beribadah kepada-Nya, dia selamat dari azab.
آية رقم 129
129.       Dan Kami menetapkan pujian yang baik dan nama yang bagus baginya pada umat-umat yang datang kemudian.
آية رقم 130
130. Sebagai penghormatan dari Allah dan sanjungan kepada Ilyas.
آية رقم 131
131. Sebagaimana Kami membalas Ilyas dengan balasan yang baik ini, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik dari orang-orang yang beriman.
آية رقم 132
132.       Sesungguhnya Ilyas termasuk hamba-hamba Kami yang beriman dengan baik, yang jujur dalam keimanan mereka kepada Rabb mereka.
آية رقم 133
133. Sesungguhnya Lūṭ termasuk rasul-rasul yang Allah utus kepada kaum mereka untuk menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan.
آية رقم 134
134. Ingatlah ketika Kami menyelamatkannya dan semua keluarganya dari azab yang diturunkan atas kaumnya.
آية رقم 135
135. Kecuali istrinya, dia terkena azab bersama kaumnya, karena dia kafir seperti kaumnya.
آية رقم 136
136.       Kemudian Kami membinasakan yang tersisa dari kaumnya yang mendustakannya dan tidak membenarkan apa yang dia bawa.
آية رقم 137
137.       Kalian -wahai penduduk Makkah- pasti akan melewati negeri mereka dalam perjalanan kalian ke Syam di waktu pagi.
آية رقم 138
138. Dan di waktu malam juga. Apakah kalian tidak memikirkan dan mengambil pelajaran terhadap akhir hidup mereka akibat dari pendustaan dan kekufuran mereka serta praktik perbuatan keji yang lakukan, dimana tidak ada orang sebelum mereka yang melakukannya?
آية رقم 139
139. Sesungguhnya hamba Kami Yunus termasuk rasul Allah yang diutus kepada kaum mereka untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan.
آية رقم 140
140. Ketika dia marah terhadap kaumnya dan meninggalkan mereka tanpa izin Rabbnya, dia menaiki bahtera yang sarat muatan manusia dan barang-barang.
آية رقم 141
141. Bahtera hampir tenggelam karena kepenuhan, maka para penumpang mengadakan undian untuk membuang sebagian penumpangnya, karena dikhawatirkan bahtera akan karam disebabkan penumpangnya yang melebihi kapasitas, ternyata Yunus termasuk orang-orang yang keluar namanya dalam undian, sehingga merekapun membuangnya ke laut.
آية رقم 142
142.       Ketika mereka telah melemparkannya ke laut, ikan besar menyambutnya lalu menelannya. Dia (Yunus) melakukan sesuatu yang salah, dia pergi meninggalkan kaumnya tanpa restu Rabbnya.
آية رقم 143
143. Seandainya Yunus bukan termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah sebelum apa yang terjadi padanya, dan seandainya bukan karena tasbihnya di perut ikan.
آية رقم 144
144.       Niscaya dia akan tinggal di perut ikan hingga hari Kiamat, perut ikan menjadi kuburnya.
آية رقم 145
145. Kami melemparkan Yunus dari perut ikan ke daratan yang kosong, tidak ada pepohonan dan tidak ada bangunan, Yunus dalam keadaan lemah karena tingga beberapa waktu di dalam perut ikan.
آية رقم 146
146. Kami menumbuhkan di tanah yang kosong tersebut sebuah pohon labu yang memayunginya dan dia memakan dari buahnya.
آية رقم 147
147. Dan Kami mengutusnya kepada kaumnya yang jumlah mereka adalah seratus ribu bahkan lebih.
آية رقم 148
148.       Mereka beriman dan membenarkannya, maka Allah memberi mereka kesempatan hidup di dunia sampai masa ajal mereka yang telah ditentukan.
آية رقم 149
149.       Tanyakanlah -wahai Muhammad- kepada orang-orang musyrikin dengan nada pengingkaran, “Apakah kalian menjadikan anak-anak perempuan bagi Allah padahal kalian sendiri membenci mereka dan kalian menjadikan anak-anak lelaki yang kalian sukai bagi kalian? Pembagian macam apa ini?”
آية رقم 150
150.       Bagaimana mereka berani berkata bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah sementara mereka tidak menyaksikan penciptaan mereka dan tidak menghadirinya?
آية رقم 151
151. Ingatlah! Sesungguhnya kedustaan dan kebohongan kaum musyrikin atas nama Allah
آية رقم 152
152.       pasti berani menisbahkan anak kepada Allah. Dan sesungguhnya mereka benar-benar dusta terkait apa yang mereka katakan.
آية رقم 153
153. Apakah Allah memilih untuk diri-Nya anak perempuan yang kalian benci daripada anak laki-laki yang kalian sukai? Mana mungkin!
آية رقم 154
154. Mengapa kalian -wahai kaum musyrikin- menetapkan keputusan yang zalim ini? Kalian memberikan anak-anak perempuan kepada Allah dan mengambil anak-anak lelaki untuk diri kalian?
آية رقم 155
155. Mengapa kalian tidak mengingat batilnya keyakinan rusak yang kalian pegang ini? Seandainya kalian mengingatnya, niscaya kalian tidak mengatakan hal yang demikian.
آية رقم 156
156.       Apakah kalian mempunyai hujah yang nyata atau bukti yang jelas berupa kitab atau rasul?
آية رقم 157
157.       Hadirkanlah kitab kalian yang memberikan kalian hujah atas ketetapan kalian bila kalian adalah orang-orang yang benar tentang apa yang kalian klaimkan.
158. Orang-orang musyrikin menetapkan nasab antara Allah dengan malaikat ketika mereka menyatakan bahwa para malaikat adalah anak perempuan Allah. Dan para malaikat sudah mengetahui bahwa Allah akan menghadirkan orang-orang musyrik untuk dihisab.
آية رقم 159
159. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari apa yang disifatkan oleh kaum musyrikin kepada-Nya, yang tidak layak dengan keagungan-Nya, berupa anak, sekutu dan lainnya.
آية رقم 160
160. Kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih, sesungguhnya mereka tidak menyebut Allah kecuali dengan apa yang layak bagi-Nya, yaitu sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan.
آية رقم 161
161.       Sesungguhnya kalian -wahai kaum musyrikin- dan apa yang kalian sembah selain Allah
آية رقم 162
162. tidak bisa menyesatkan siapa pun dari agama yang benar.
آية رقم 163
163. Kecuali siapa yang telah Allah tetapkan bahwa dia termasuk penduduk Neraka. Allah pasti melaksanakan ketetapannya, sehingga orang itu pun akan menjadi kafir dan masuk Neraka. Adapun kalian dan sesembahan kalian, maka semuanya tidak memiliki kekuasaan untuk itu.
آية رقم 164
164. Para malaikat menjelaskan ubudiyah mereka kepada Allah dan kebebasan mereka dari klaim kaum musyrikin dengan mengatakan,"Ttidak satu pun dari kami kecuali mempunyai kedudukan yang jelas dalam urusan ibadah dan ketaatan kepada Allah.
آية رقم 165
165 - 166. Sesungguhnya kami -para malaikat- berdiri berbaris dengan rapi dalam beribadah dan menaati Allah. Sesungguhnya kami menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi-Nya dalam sifat-sifat dan atribut-Nya.
آية رقم 166
165 - 166. Sesungguhnya kami -para malaikat- berdiri berbaris dengan rapi dalam beribadah dan menaati Allah. Sesungguhnya kami menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi-Nya dalam sifat-sifat dan atribut-Nya.
آية رقم 167
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
آية رقم 168
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
آية رقم 169
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
آية رقم 170
167 - 170. Sesungguhnya orang-orang musyrikin dari penduduk Makkah berkata sebelum Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diutus, “Seandainya kami memiliki kitab dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, tentunya kami sudah mengikhlaskan ibadah kepada Allah.” Mereka berdusta terkait hal ini. Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah datang kepada mereka, namun mereka malah kafir kepadanya. Mereka akan mengetahui apa yang mereka tunggu-tunggu, yaitu azab yang keras pada hari Kiamat.
آية رقم 171
171 - 173. Sungguh, ketetapan Kami untuk rasul-rasul Kami telah diputuskan sebelumnya bahwa mereka pasti akan ditolong menghadapi musuh-musuh mereka dengan hujah dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka. Dan bahwa sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada tentara kami yang berjuang di jalan Allah agar kalimat Allah adalah yang tertinggi.
آية رقم 172
171 - 173. Sungguh, ketetapan Kami untuk rasul-rasul Kami telah diputuskan sebelumnya bahwa mereka pasti akan ditolong menghadapi musuh-musuh mereka dengan hujah dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka. Dan bahwa sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada tentara kami yang berjuang di jalan Allah agar kalimat Allah adalah yang tertinggi.
آية رقم 173
171 - 173. Sungguh, ketetapan Kami untuk rasul-rasul Kami telah diputuskan sebelumnya bahwa mereka pasti akan ditolong menghadapi musuh-musuh mereka dengan hujah dan kekuatan yang Allah berikan kepada mereka. Dan bahwa sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada tentara kami yang berjuang di jalan Allah agar kalimat Allah adalah yang tertinggi.
آية رقم 174
174. Berpalinglah -wahai Rasul- dari orang-orang musyrikin yang menentang hingga masa yang Allah ketahui yaitu sampai datang saat azab menimpa mereka.
آية رقم 175
175. Lihatlah kepada mereka manakala azab turun menimpa mereka, maka mereka akan membuka mata mereka pada saat hal itu tidak lagi berguna.
آية رقم 176
176. Apakah orang-orang musyrikin itu meminta disegerakannya azab Allah?!
آية رقم 177
177. Bila azab Allah turun menimpa mereka, maka pagi itu adalah pagi hari yang paling buruk bagi mereka.
آية رقم 178
178. Berpalinglah kamu -wahai Rasul- dari mereka sehingga Allah memutuskan untuk mengazab mereka.
آية رقم 179
179. Lihatlah! Dan mereka juga akan melihat azab dan hukuman Allah yang akan menimpa mereka.
آية رقم 180
180. Mahasuci Rabbmu wahai Rasul, Rabb Pemilik keperkasaan, Mahatinggi dari sifat-sifat kekurangan yang disandarkan kaum musyrikin kepada-Nya.
آية رقم 181
181. Penghormatan dan sanjungan Allah kepada para rasul-Nya yang mulia.
آية رقم 182
182. Segala pujian adalah milik Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-. Dia lah yang berhak mendapatkannya. Dia lah Rabb alam semesta seluruhnya, tidak ada yang berhak disembah selain-Nya.
تقدم القراءة